Viral Video Badai Pasir Terjang Kota Batu, Ini Penjelasan BPBD

Selasa, 17 Oktober 2023 - 16:53 WIB
loading...
Viral Video Badai Pasir...
Tangkapan layar video badai pasir di Brakseng, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Foto/Ist
A A A
KOTA BATU - Angin kencang yang menerbangkan pasir di Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu , Jatim menyita perhatian. Peristiwa ini diunggah oleh salah satu warga Kota Batu di media sosial dan tersebar.

Pada unggahannya di media sosial akun Instagram @malangraya_info menyertakan keterangan angin kencang terjadi kawasan Brakseng, Desa Sumberbrantas, Kota Batu, pada Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

Terlihat dari video yang beredar di media sosial, angin kencang menerbangkan pasir-pasir. Kencangnya angin bahkan membuat efek seperti badai pasir melanda kawasan Brak Seng, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Selasa (17/10/2023).

Angin kencang yang menerbangkan pasir ini juga sempat membuat jarak pandang terganggu. Terlihat jarak pandang di kawasan Brakseng, Desa Sumberbrantas, Bumiaji, Kota Batu, menjadi terbatas. Debu itu juga membuat aktivitas salah satu kafe di sekitar Brakseng terganggu dan tutup.

Baca Juga: Badai Pasir Selimuti Kuwait, Langit Berubah Jingga

Kasi Kedaruratan BPBD Kota Batu Doddy Fatturachman menyatakan, setiap tahun fenomena angin kencang memang terjadi ketika musim kemarau melanda. Ia pun membenarkan hal itu terjadi pada Selasa pagi (17/10/2023), tetapi tidak terjadi setiap hari.

"Enggak tiap hari, hari Minggu kalau enggak salah, kemarin enggak termasuk aman, sekarang angin kencang lagi enggak setiap hari, jadi memang tergantung cuacanya, enggak terus-terusan kondisinya," kata Doddy.

Soal debu yang berterbangan, berasal dari tanah pertanian kentang yang terbawa angin. Sebab, kondisi pertanian yang ada masih belum memasuki masa tanam. Meski begitu, debu yang berterbangan tidak sampai ke pusat Kota Batu.

"Di sana kan kalau musim kemarau istilahnya pengolahan tanah, jadi tanahnya belum ditanami, akhirnya tanahnya kebawa angin, pertanian kentang, tanahnya masih terbuka, di sana musim kemarau ya tanahnya kebawa angin," katanya.

Akibat kencang itu sendiri dikatakan Doddy, setidaknya ada dua pohon tumbang, yakni pohon cemara angin berdiameter 50 sentimeter dan tinggi 25 meter, serta satu pohon kukruk dengan diameter 20 sentimeter dan tinggi 15 meter roboh menimpa bangunan rumah dan warung milik Sri Wahyudi di Jalan Raya Cangar - Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

"Tidak ada korban luka, atau korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim sudah melakukan penanganan evakuasi pohon dan bangunan yang rusak," ujarnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker guna menghindari penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA). Namun, pihaknya belum menerima laporan adanya warga Sumberbrantas yang terkena ISPA. Selain itu, ia juga menghimbau kepada warga untuk menghindari berhenti di bawah pohon yang rawan tumbang.

"Cuaca seperti ini, minimal masyarakat harus tahu atau paham terkait risiko bencana, ini musimnya kemarau, angin kencang, ya berhati-hati terhadap pohon-pohon yang rawan, jangan berdiam dibawah pohon yang rawan tumbang," katanya.

Lebih lanjut, bagi wisatawan yang melewati pusat Kota Batu dan ingin berkunjung ke tempat wisata Pemandian Air Panas Cangar juga masih tergolong aman. Pemerintah setempat tidak melakukan penutupan jalan.

"Tidak, kalau saya rasa masih aman belum terlalu signifikan untuk kondisi angin, tetapi tetap waspadai pohon-pohon di tepi jalan yang rawan tumbang. Mungkin nanti memasuki musim penghujan kondisi seperti ini sudah berhenti, memang ini cuacanya El Nino tidak bisa diprediksi," paparnya.

Sebagai informasi, angin kencang parah pernah melanda Desa Sumberbrantas, Kota Batu pada tahun 2019 lalu. Saat itu, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, dan sejumlah lebih dari 1.000 warga sempat diungsikan.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringatan Dini Badai...
Peringatan Dini Badai Monsun dari Thailand hingga Malaysia, Begini Penjelasan BMKG
Hujan Badai di Bekasi,...
Hujan Badai di Bekasi, Pohon Tumbang hingga Atap Rumah Hancur
Ada Badai Ekstrem saat...
Ada Badai Ekstrem saat Malam Tahun Baru? BMKG: Hoaks
Kronologi Perahu Anggota...
Kronologi Perahu Anggota DPRD Mentawai Terbalik Diterjang Badai dan Angin Kencang
Uji Kompetensi Tari...
Uji Kompetensi Tari di Kota Batu Perkuat Seni Budaya sebagai Identitas Bangsa
Imbas Kebakaran di Museum...
Imbas Kebakaran di Museum Angkut Batu, Jatim Park Grup Tutup Satu Wahana
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
55.000 Keluarga Terdampak...
55.000 Keluarga Terdampak Badai dan Banjir di Gaza
Badai Byron Terjang...
Badai Byron Terjang Gaza, 14 Warga Palestina Tewas
Rekomendasi
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved