Sejarah dan Asal-usul Majalengka, Kabupaten yang Terkenal dengan Sebutan Kota Angin
Senin, 16 Oktober 2023 - 14:56 WIB
loading...
Sejarah dan asal-usul Majalengka. Foto/ Instagram @inimahmajalengka
A
A
A
JAKARTA - Majalengka merupakan salah satu nama kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat . Kabupaten yang satu ini dikenal dengan sebutan Kota Angin.
Majalengka memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Mulai dari zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga masa penjajahan Belanda dan Jepang. Adapun sejarah dan asal usul kabupaten Majalengka sebagai berikut.
Nama “majalengka” sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Cirebon, yaitu “maja” dan “langka”. Namun, ada versi lain tentang asal usul dari kabupaten ini salah satunya dengan nama ini dengan peristiwa pembabatan pohon maja oleh Nyi Rambut Kasih.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Kendal, Kabupaten yang Dikenal sebagai Kota Santri
Rambut Kasih merupakan ratu Kerajaan Sindangkasih yang tidak suka dengan orang Cirebon yang mencari buah maja untuk obat-obatan. Hal ini menjadi awal mula nama Majalengka.
Menurut versi ini, ketika orang Cirebon datang ke Sindangkasih, mereka tidak menemukan lagi pohon maja. Oleh karenanya mereka pun berkata “maja-e langka” atau “buah maja hilang”.
Majalengka memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Mulai dari zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga masa penjajahan Belanda dan Jepang. Adapun sejarah dan asal usul kabupaten Majalengka sebagai berikut.
Sejarah dan Asal-usul Kabupaten Majalengka
Nama “majalengka” sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Cirebon, yaitu “maja” dan “langka”. Namun, ada versi lain tentang asal usul dari kabupaten ini salah satunya dengan nama ini dengan peristiwa pembabatan pohon maja oleh Nyi Rambut Kasih.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Kendal, Kabupaten yang Dikenal sebagai Kota Santri
Rambut Kasih merupakan ratu Kerajaan Sindangkasih yang tidak suka dengan orang Cirebon yang mencari buah maja untuk obat-obatan. Hal ini menjadi awal mula nama Majalengka.
Menurut versi ini, ketika orang Cirebon datang ke Sindangkasih, mereka tidak menemukan lagi pohon maja. Oleh karenanya mereka pun berkata “maja-e langka” atau “buah maja hilang”.
Lihat Juga :