Sejarah dan Asal-usul Majalengka, Kabupaten yang Terkenal dengan Sebutan Kota Angin

Senin, 16 Oktober 2023 - 14:56 WIB
loading...
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan asal-usul Majalengka. Foto/ Instagram @inimahmajalengka
A A A
JAKARTA - Majalengka merupakan salah satu nama kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat . Kabupaten yang satu ini dikenal dengan sebutan Kota Angin.

Majalengka memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Mulai dari zaman kerajaan Hindu-Buddha hingga masa penjajahan Belanda dan Jepang. Adapun sejarah dan asal usul kabupaten Majalengka sebagai berikut.

Sejarah dan Asal-usul Kabupaten Majalengka


Nama “majalengka” sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Cirebon, yaitu “maja” dan “langka”. Namun, ada versi lain tentang asal usul dari kabupaten ini salah satunya dengan nama ini dengan peristiwa pembabatan pohon maja oleh Nyi Rambut Kasih.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Kendal, Kabupaten yang Dikenal sebagai Kota Santri

Rambut Kasih merupakan ratu Kerajaan Sindangkasih yang tidak suka dengan orang Cirebon yang mencari buah maja untuk obat-obatan. Hal ini menjadi awal mula nama Majalengka.

Menurut versi ini, ketika orang Cirebon datang ke Sindangkasih, mereka tidak menemukan lagi pohon maja. Oleh karenanya mereka pun berkata “maja-e langka” atau “buah maja hilang”.

Nama ini kemudian digunakan sebagai nama kabupaten baru yang menggantikan kerajaan Sindangkasih setelah penguasanya masuk Islam. Nama Majalengka kemudian masih digunakan hingga sekarang sejak ditetapkannya oleh koloni Belanda pada 11 Februari 1840.

Sementara itu, sejarah awal kabupaten Majalengka dapat dilacak kembali ke zaman Kerajaan Tarumanegara. Pada masa itu, daerah Majalengka termasuk dalam wilayah Kerajaan Galuh yang merupakan kerajaan yang terkenal di Jawa Barat.

Pada abad ke-16, Majalengka menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon. Salah satu raja Cirebon yang berkuasa di Majalengka adalah Prabu Geusan Ulun yang mendirikan Kerajaan Talaga pada tahun 1579.

Kerajaan Talaga memiliki pusat pemerintahan di Desa Talaga dan berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Barat. Pada era kerajaan tersebut menjadikan agama Islam masih bertahan hingga sekarang.

Kemudian pada 1677, Kerajaan Talaga ditaklukkan oleh VOC yang dipimpin oleh Rijcklof van Goens. Sejak saat itu, Majalengka menjadi bagian dari Hindia Belanda dan mengalami berbagai perubahan administrasi.

Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Cirebon, Wilayah yang Didirikan oleh Keturunan Prabu Siliwangi

Pada awal abad ke-20, Majalengka mulai terlibat dalam pergerakan nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda. Beberapa tokoh pergerakan nasional yang berasal dari Majalengka antara lain adalah KH Zaenal Mustofa, KH Abdul Halim, KH Ahmad Sanusi, dan KH Abdul Fatah Hasan.

Mereka berperan aktif dalam organisasi-organisasi seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.

Pada tahun 1942, Jepang menggantikan Belanda sebagai penjajah baru di Indonesia. Majalengka pun mengalami dampak dari kebijakan-kebijakan Jepang yang represif dan eksploitatif.

Namun sejak memasuki masa kemerdekaan, Majalengka menjadi salah satu wilayah yang cukup maju di Jawa Barat. Kabupaten majalengka memiliki luas wilayah sekitar 1.204 km persegi dan berpenduduk sekitar 1,2 juta, serta wilayahnya terdiri dari 26 kecamatan dan 281 desa.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Rekomendasi
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Hormati Proses Judicial Review Dosen di MK
Presiden Prabowo Anugerahkan...
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Adipura ke PM India Narendra Modi
Berita Terkini
Prosesi Injak Kepala...
Prosesi Injak Kepala Kerbau Dikaitkan dengan Banteng, Ini Jawaban Jokowi
Tenun Sumba Tampil di...
Tenun Sumba Tampil di Panggung Dunia lewat Indonesia-Singapore Orchid Extravaganza
Puluhan Pendukung Roy...
Puluhan Pendukung Roy Suryo Hadiri Sidang Putusan Praperadilan di PN Jaksel
Pramono: Terowongan...
Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City, Urai Macet dan Bisa Jadi Sentra UMKM
Guest House Makiyyah...
Guest House Makiyyah 2 Pangandaran Dibuka, Perkuat Layanan untuk Jemaah Haji-Umrah
Tarif Transjakarta Diusulkan...
Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, Pramono: Segera Dikaji
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved