Korban Fetish Kain Jarik Bertambah, BEM FIB Unair Terima Lebih dari 10 Aduan

loading...
Korban Fetish Kain Jarik Bertambah, BEM FIB Unair Terima Lebih dari 10 Aduan
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
SURABAYA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas AirlanggaSurabaya, Jawa Timur, membentuk posko pengaduan korban fetish.

BEM FIB Unair telah menerima lebih dari 10 aduan dengan berbagai laporan korban. Sebelumnya, tim Help Center Unair juga telah menerima 15 pengaduan terkait kasus tersebut. (BACA JUGA:Polda Jatim Buka Posko Pengaduan Korban Fetish Kain Jarik)

Presiden BEM FIB Unair Surabaya Adnan Guntur mengatakan, posko aduan secara daring ini sengaja dibuka untuk membantu universitas dalam menyelesaikan kasus fetish yang diduga dilakukan Gilang Aprilian Nugraha Pratama, mahasiswa FIB angkatan 2015. (BACA JUGA:Periksa Predator "Fetish Kain Jarik", Ini yang Dilakukan Unair)

Seluruh laporan ataupun aduan dari pelapor, kata Adnan, nanti diteruskan ke fakultas maupun universitas agar dapat diproses. (BACA JUGA:Fetish dan Ancaman Pelecehan Seksual di Kalangan Muda)

“Sejak dibuka posko aduan ini, BEM sudah menerima lebih dari 10 aduan dengan berbagai laporan korban,” kata Adnan, Senin (3/8/2020).



Dengan demikian korban fetish kain jarik bertambah menjadi 25 orang. Sebelumnya tim Help Center Unair telah menerima 15 aduan terkait kasus tersebut.

Sementara itu, meski keseharian Gilang di kampus terbilang biasa seperti mahasiswa umumnya, namun ujar adnan, ulah fetish tersebut kerap dilakukan gilang. Bahkan/ sempat mendapat teguran keras dari teman-temannya.

“Bahkan beliau (Gilang) akhirya dikeluarkan dan tidak pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan fakultas maupun universitas karena memang sering mengganggu,” ujar Adnan.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top