Kasus COVID-19 Melonjak, Kamar Isolasi RS Sleman Tak Mampu Menampung
Selasa, 04 Agustus 2020 - 04:42 WIB
loading...
A
A
A
Sebab sebelum memutuskan memakai asrama haji untuk perawatan pasien COVID-19, sudah melakukan kerja sama dengan rumah sakit besar dan rumah sakit di Kabupaten Bantul yang masih memiliki kamar Isolasi. Sehingga keterbatasan jumlah kamar isolasi dapat diatasi.
Namun terkendala dengan SDM. Begitu juga di Asrama Haji Sleman, juga kekurangan SDM. “Untuk asrama haji memiliki daya tampung 160 kamar. Namun untuk SDM juga masih kurang,” ujar dia.
Sedangkan penyebab lonjakan jumlah pasien COVID-19 di Sleman ini terjadi, di antaranya tracing hasil swab massal tenaga kesehatan yang positif COVID-19, karyawan koperasi simpan pinjam, dan kontak erat dengan pasien positif.
Bupati Sleman Sri Purnomo berharap dengan melonjaknya kasus positif COVID-19 ini menunjukkan penularan COVID-19 masih terjadi dan belum selesai di Sleman. Untuk itu masyarakat harus terus taat dan mematuhi protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru (AKB).
“Kami juga akan membeli alat swab untuk memutus penyebaran COVID-19, sehingga pagi swab, sore sudah bisa mengetahui hasilnya,” kata Sri Purnomo.
Namun terkendala dengan SDM. Begitu juga di Asrama Haji Sleman, juga kekurangan SDM. “Untuk asrama haji memiliki daya tampung 160 kamar. Namun untuk SDM juga masih kurang,” ujar dia.
Sedangkan penyebab lonjakan jumlah pasien COVID-19 di Sleman ini terjadi, di antaranya tracing hasil swab massal tenaga kesehatan yang positif COVID-19, karyawan koperasi simpan pinjam, dan kontak erat dengan pasien positif.
Bupati Sleman Sri Purnomo berharap dengan melonjaknya kasus positif COVID-19 ini menunjukkan penularan COVID-19 masih terjadi dan belum selesai di Sleman. Untuk itu masyarakat harus terus taat dan mematuhi protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru (AKB).
“Kami juga akan membeli alat swab untuk memutus penyebaran COVID-19, sehingga pagi swab, sore sudah bisa mengetahui hasilnya,” kata Sri Purnomo.
(awd)
Lihat Juga :