Ekonomi Masih Landai, Jabar Kembali Alami Deflasi Periode Juli

loading...
Ekonomi Masih Landai, Jabar Kembali Alami Deflasi Periode Juli
Indeks harga di Jawa Barat pada periode Juli 2020 kembali mengalami deflasi (penurunan harga) sebesar 0,07%.Foto SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Indeks harga di Jawa Barat pada periode Juli 2020 kembali mengalami deflasi (penurunan harga) sebesar 0,07%. Dengan demikian, selama periode Januari hingga Juli 2020, Provinsi Jawa Barat telah mengalami dua kali deflasi, sebelumnya pada Mei.

Kepala BPS Provinsi Jabar Dyah Anugerah Kuswardani mengatakan, deflasi Jawa Barat juga linier dengan deflasi nasional sebesar 0,10%. Dengan deflasi Juli, maka angka inflasi Jabar tahunan sebesar 2,2% (you). Sedangkan inflasi tahun berjalan Januari-Juli sebesar 1,38%. "Pada tahun 2020 ini, di Jabar sudah dua kali alami deflasi. Yaitu bulan Mei dan Juli. Padahal pada Juni sempat inflasi sebesar 0,37%," kata dia, Senin (3/8/2020).

Menurut dia, dari tujuh kota yang dipantau BPS, 6 kota mengalami deflasi. Yaitu Kota Bandung 0,14%, kota Cirebon 0,12%, kota Depok 0,16%, Bogor 0,01%, Sukabumi 0,06%, Bekasi 0,01%. Sementara satu kota tercatat mengalami inflasi yaitu kota Tasikmalaya sebesar 0,13%. (Baca: Ekonomi Jawa Barat Melambat, Ini Kata Kepala BI)

"Deflasi disebabkan oleh kelompok makanan minuman dan tembakau, dengan kontribusi sebesar 0,21%. Juga sektor lainnya, yaitu perumahan, air, Logistik, BBM, informasi komunikasi, dan jasa keuangan," beber dia.

Beberapa kelompok makanan yang mengalami deflasi diantaranya cabe merah, gula pasir, beras, bawang putih, bawang merah. Sedangkan kelompok yang mengalami Inflasi karena kenaikan biaya pendidikan sebatas 0,02, perawatan pribadi, penyediaan makanan dan minuman. "Jenis makanan yang menyumbang inflasi diantaranya telur ayam ras, emas perhiasan, tarif online, sekolah dasar, dan lainnya," imbuh dia.

(don)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top