Sandi Senam Revolusi dan Ibu Pertiwi Hamil Tua, Misteri G30S PKI yang Belum Terungkap
Senin, 25 September 2023 - 04:53 WIB
loading...
A
A
A
Selain istilah Senam Revolusioner, menjelang peristiwa berdarah 30 September 1965, juga muncul ungkapan "Ibu Pertiwi Sudah Hamil Tua". Ungkapan itu pertama kali datang dari anggota CC PKI, Anwar Sanusi.
Di tengah situasi krisis ekonomi dan politik tanah air, pernyataan Ibu Pertiwi sudah hamil tua itu dilontarkan berkali-kali oleh para tokoh PKI. Para lawan-lawan PKI menangkap pernyataan itu sebagai sebuah sandi gerakan politik. "Ibu Pertiwi sudah hamil tua, yang akan segera melahirkan satu kekuatan baru".
Pada 30 September 1965, sebuah gerakan yang menamakan diri Gerakan 30 September melakukan aksi penculikan terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat, yang dituding sebagai Dewan Jenderal.
Baca juga: Ngeri! Remaja Singkawang Tertangkap Bawa Berbagai Jenis Sajam
Gerakan penculikan sekaligus pembunuhan dilakukan Dewan Revolusi, yang dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo. Upaya perebutan kekuasaan itu dalam waktu cepat berhasil dipadamkan.
Pasca terjadinya Gerakan 30 September 1965, sejumlah pimpinan, kader, serta seluruh simpatisan PKI di Indonesia diburu dan ditangkap. Ketua CC PKI, DN Aidit, Njoto dan Untung Sutopo dieksekusi mati. Pada 12 Maret 1966, PKI dibubarkan dan secara resmi dinyatakan sebagai partai terlarang.
Di tengah situasi krisis ekonomi dan politik tanah air, pernyataan Ibu Pertiwi sudah hamil tua itu dilontarkan berkali-kali oleh para tokoh PKI. Para lawan-lawan PKI menangkap pernyataan itu sebagai sebuah sandi gerakan politik. "Ibu Pertiwi sudah hamil tua, yang akan segera melahirkan satu kekuatan baru".
Pada 30 September 1965, sebuah gerakan yang menamakan diri Gerakan 30 September melakukan aksi penculikan terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat, yang dituding sebagai Dewan Jenderal.
Baca juga: Ngeri! Remaja Singkawang Tertangkap Bawa Berbagai Jenis Sajam
Gerakan penculikan sekaligus pembunuhan dilakukan Dewan Revolusi, yang dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo. Upaya perebutan kekuasaan itu dalam waktu cepat berhasil dipadamkan.
Pasca terjadinya Gerakan 30 September 1965, sejumlah pimpinan, kader, serta seluruh simpatisan PKI di Indonesia diburu dan ditangkap. Ketua CC PKI, DN Aidit, Njoto dan Untung Sutopo dieksekusi mati. Pada 12 Maret 1966, PKI dibubarkan dan secara resmi dinyatakan sebagai partai terlarang.
(eyt)
Lihat Juga :