Jelang Pilgub Jabar 2018, Penolakan Cagub Perempuan Menguat

Senin, 29 Mei 2017 - 21:54 WIB
Jelang Pilgub Jabar...
Jelang Pilgub Jabar 2018, Penolakan Cagub Perempuan Menguat
A A A
BANDUNG - Sebagai partai berbasis Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai tidak konsisten mengaplikasikan ajaran Islam dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 menyusul pengusungan calon gubernur Jabar perempuan oleh DPW PKS Jabar.

Seperti diketahui, baru-baru ini, DPW PKS Jabar memutuskan mengusung Netty Prasetyani dan Ahmad Syaikhu untuk maju di Pilgub Jabar 2018. Meski keputusan tersebut belum final karena masih menunggu restu DPP PKS, keputusan DPW PKS Jabar itu dianggap tidak merepresentasikan ajaran Islam.

Penilaian tersebut disampaikan Aliansi Masyarakat Peduli Jabar (AMPJ) dalam konferensi pers bertajuk "Melanjutkan Konsistensi Kepemimpinan Umat Menuju Jabar Kahiji yang Lebih Islami pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018" di kawasan Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung, Senin (29/5/2017).

"Sebagai satu-satunya partai yang saat ini merepresentasikan Islam, PKS seharusnya tahu dasar fikih pencalonan pemimpin, laki-laki lebih utama dibandingkan perempuan untuk menjadi pemimpin," tegas Ketua Presidium AMPJ Rohinul Balad.

Menurut Rohinul, Pilgub Jabar 2018 yang kini tinggal hitungan bulan harus disikapi bersama, terutama dalam mengawal estafet kepemimpinan di Jabar menuju Jabar Kahiji yang lebih Islami. "Oleh karenanya, kami menyatakan sikap menolak pencalonan pemimpin perempuan di Pilgub Jabar 2018," tegas Rohinul.

Sebagai organisasi yang menaungi belasan organisasi masyarakat, pihaknya berharap PKS mengusung calon gubernur/wakil gubernur Jabar laki-laki. Sebab, laki-laki dipandang lebih mampu melanjutkan tonggak kepemimpinan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang telah memimpin Jabar selama dua periode.

"Saat ini, ormas yang tergabung dalam AMPJ ada 13 ormas, ke depan akan terus bertambah."

Meski menolak tegas kepemimpinan perempuan, pihaknya mengaku tidak akan mengintervensi pihak DPP PKS dalam menentukan calon gubernur yang akan diusung di Pilgub Jabar 2018.

"Ini merupakan bukti kecintaaan kami, bagaimana Islam tidak mengizinkan perempuan sebagai pemimpin. Terlebih, PKS kami pandang sebagai satu-satunya partai yang masih bisa merepresentasikan umat Islam di Indonesia," katanya.

Disinggung jika PKS keukeuh mengusung sosok calon pemimpin perempuan, Rohinul mengaku khawatir terjadi penolakan yang masif di kalangan organisasi muslim di Jabar. "Apalagi, perpolitikan di Indonesia baru saja dipusingkan oleh Pilkada DKI Jakarta. Oleh karenanya, untuk menjaga stabilitas politik di Jabar, PKS selaku partai besar harus merepresentasikan aspirasi masyarakat di Jabar."

Sebelumnya diberitakan, Ketua Tim Pemenangan DPW PKS Jabar Ridho Budiman Utama menyatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan tudingan miring yang dialamatkan kepada DPW PKS Jabar, khususnya terkait penunjukkan Netty Prasetyani sebagai kandidat calon gubernur/wakil gubernur Jabar.

"Seringkali isu gender pasti diangkat, rezim dinasti pun pasti diangkat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kriminalisasi terhadap Kang Aher (Ahmad Heryawan) juga terjadi. Ini biasa lah dalam politik," katanya.

Menurutnya, tudingan miring itu merupakan bagian dinamika politik yang tak perlu dipersoalkan. Terlebih, pihaknya sudah melakukan berbagai pertimbangan sebelum mengusulkan Netty dan Syaikhu kepada DPP PKS. Bahkan, Ridho mengaku telah memetakan serangan apa saja yang bakal dialamatkan kepada PKS, Netty, termasuk Ahmad Heryawan.

Meski begitu, Ridho menjamin tidak ada masalah di internal PKS pascapengusulan Netty sebagai kandidat calon gubernur Jabar. Sebaliknya, pengusulan Netty menunjukkan internal PKS solid. Apalagi, pengusungan calon gubernur perempuan pun tak dipersoalkan partainya. "Struktur PKS solid, insya Allah enggak ada masalah. Kalau ada masalah, kita sudah tahan-tahan (untuk tidak direkomendasikan) sejak lama."

Ridho menambahkan, dengan diusulkannya Netty, PKS berharap apa yang sudah dilakukan Ahmad Heryawan selama dua periode bisa dilanjutkan. Netty dipandang cukup paham soal tugas suaminya saat ini, sehingga diharapkan bisa menggantikannya.
(zik)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Nyoblos di Bandung,...
Nyoblos di Bandung, Ridwan Kamil Harap Pemimpin Jabar ke Depan Dapat Lanjutkan Prestasi
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840...
KPU Jabar Tetapkan 35.966.840 Pemilih di Pilkada Jabar 2024
PDIP Incar Kursi Cawagub...
PDIP Incar Kursi Cawagub di Pilkada Jawa Barat
Diduga Kelelahan, 6...
Diduga Kelelahan, 6 Petugas Pilkada di Jawa Barat Meninggal
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
51 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved