70 Difabel dan ABK Karanganom Klaten Dibimbing di Inklusi Center
Minggu, 24 September 2023 - 05:33 WIB
loading...
A
A
A
Difabel lainnya yang mengalami cacat yang sama seperti Sasa adalah Widi dari Prambanan. Dia juga termotivasi untuk mengikuti perlombaan-perlombaan olahraga.
Penyandang disabilitas fisik dengan perawakan tubuh pendek, Muhamad Raffi Purnomo dari Desa Sidowayah Kecamatan Polanharjo juga termotivasi untuk mengikuti terapi air dan diajari renang selama 1,5 tahun.
Dia juga telah mengikuti beberapa perlombaan seperti Kejurprov 2022, Pekan Paralimpik Pelajar daerah Jateng dan berhasil menyumbangkan dua emas dan satu perak untuk Kabupaten Klaten.
“Dengan mengikuti pendampingan di ICKK-BN, mereka tumbuh rasa percaya diri yang luar biasa. Termasuk para orangtua dan saudara-saudara mereka juga sangat bangga, karena meski anak-anak mereka difabel tapi bisa mengangkat martabat keluarga dan nama baik Klaten melalui prestasi olahraga yang mereka raih. Yang tak kalah penting adalah ada pengakuan dari masyarakat umum terkait prestasi anak-anak mereka,” tukas Sriyono yang juga menjadi Ketua Komite Paralympic Klaten.
Pendampingan di bidang olahraga ini juga diberikan kepada difabel yang telah dewasa. Khusus untuk cabang panahan, ICKK-BN menyediakan fasilitas berlatih dan dukungan lainnya, terutama menjelang pertandingan tingkat daerah dan Nasional. Saat ini Klaten menjadi salah satu kota yang memiliki atlet panahan paralimpik yang cukup handal.
Menurut, Novan Yulianto, Plant Director AQUA Klaten, ICKK-BN juga memfasilitasi program pemberdayaan ekonomi bagi kamu difabel dengan memberikan dukungan dana usaha, seperti peternakan lele, bengkel, warung dan lainnya.
”Kami melihat peluang pengembangan pemberdayaan masyarakat disini, Kami juga melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait untuk bisa gotong royong membangun masyarakat. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang responsif juga apresiasi kepada Komisi Nasional Disabilitas yang turun langsung memberikan dukungan”, tutur Novan.
Keberhasilan yang dicapai di Kecamatan Karanganom untuk mengangkat derajat para difabel dan ABK ini, mendorong Sri Mulyo untuk melakukan pengembangan di Kecamatan Polanharjo.
Saat ini, dia tengah melakukan perekrutan untuk atlet difabel panahan dari Polanharjo untuk dipersiapkan mengikuti Peparprov pada September mendatang.
Penyandang disabilitas fisik dengan perawakan tubuh pendek, Muhamad Raffi Purnomo dari Desa Sidowayah Kecamatan Polanharjo juga termotivasi untuk mengikuti terapi air dan diajari renang selama 1,5 tahun.
Dia juga telah mengikuti beberapa perlombaan seperti Kejurprov 2022, Pekan Paralimpik Pelajar daerah Jateng dan berhasil menyumbangkan dua emas dan satu perak untuk Kabupaten Klaten.
“Dengan mengikuti pendampingan di ICKK-BN, mereka tumbuh rasa percaya diri yang luar biasa. Termasuk para orangtua dan saudara-saudara mereka juga sangat bangga, karena meski anak-anak mereka difabel tapi bisa mengangkat martabat keluarga dan nama baik Klaten melalui prestasi olahraga yang mereka raih. Yang tak kalah penting adalah ada pengakuan dari masyarakat umum terkait prestasi anak-anak mereka,” tukas Sriyono yang juga menjadi Ketua Komite Paralympic Klaten.
Pendampingan di bidang olahraga ini juga diberikan kepada difabel yang telah dewasa. Khusus untuk cabang panahan, ICKK-BN menyediakan fasilitas berlatih dan dukungan lainnya, terutama menjelang pertandingan tingkat daerah dan Nasional. Saat ini Klaten menjadi salah satu kota yang memiliki atlet panahan paralimpik yang cukup handal.
Menurut, Novan Yulianto, Plant Director AQUA Klaten, ICKK-BN juga memfasilitasi program pemberdayaan ekonomi bagi kamu difabel dengan memberikan dukungan dana usaha, seperti peternakan lele, bengkel, warung dan lainnya.
”Kami melihat peluang pengembangan pemberdayaan masyarakat disini, Kami juga melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait untuk bisa gotong royong membangun masyarakat. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang responsif juga apresiasi kepada Komisi Nasional Disabilitas yang turun langsung memberikan dukungan”, tutur Novan.
Keberhasilan yang dicapai di Kecamatan Karanganom untuk mengangkat derajat para difabel dan ABK ini, mendorong Sri Mulyo untuk melakukan pengembangan di Kecamatan Polanharjo.
Saat ini, dia tengah melakukan perekrutan untuk atlet difabel panahan dari Polanharjo untuk dipersiapkan mengikuti Peparprov pada September mendatang.
(shf)
Lihat Juga :