Memprihatinkan! Cuaca Ekstrem, Warga Pulau Simuk Nias Selatan Krisis Pangan
Jum'at, 22 September 2023 - 22:53 WIB
loading...
Cuaca ekstrem yang terjadi dalam tiga pekan terakhir, mengakibatkan warga enam desa di Pulau Simuk, Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, dilanda krisis pangan. Foto/iNews TV/Iman Jaya Lase
A
A
A
NIAS SELATAN - Krisis pangan melanda warga yang ada di enam desa di Pulau Simuk, Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut selama tiga pekan terakhir, sehingga seluruh pelayaran terhenti.
Baca juga: Ratusan Rumah di Bobong dan Wayo Maluku Utara Diterjang Banjir
Kapal-kapal pengangkut kebutuhan pokok menghentikan seluruh operasionalnya, karena kondisi cuaca ekstrem yang membahayakan kegiatan pelayaran. Kapal pengangkut kebutuhan pokok tersebut, kini hanya bisa bersandar di Pelabuhan Teluk Dalam.
Sejumlah operator kapal sempat berupaya melakukan pelayaran menuju ke Pulau Simuk, namun di tengah perjalanan mereka harus putar balik karena kondisi cuaca ekstrem. Camat Simuk, Gentelmen Bagi membenarkan adanya krisis pangan di Pulau Simuk.
Baca juga: Siu Ban Ci, Selir Prabu Brawijaya Dari China yang Mengubah Sejarah Jawa
"Kapal-kapal pengangkut kebutuhan pokok belum bisa berlayar ke Pulau Simuk, akibat cuaca ekstrem. Akibatnya, warga di Pulau Simuk dilanda krisis pangan, terutama beras, minyak, dan gas," ungkap Gentelmen.
Lebih lanjut Gentelmen mengaku, telah berupaya berkoordinasi dengan Pemkab Nias Selatan, untuk mencari solusi pengiriman bahan pokok ke Pulau Simuk. "Basarnas telah bersedia untuk membantu menyalurkan kebutuhan pokok ke Pulau Simuk," ujarnya.
![Memprihatinkan! Cuaca Ekstrem, Warga Pulau Simuk Nias Selatan Krisis Pangan]()
Pulau Simuk merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, yang berada di Pantai Barat Sumatera dan langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Ada enam desa di pulau tersebut, yakni Desa Gobo, Desa Gobo Baru, Desa Silina, Desa Silina Baru, Desa Maufa, dan Desa Gondia.
Baca juga: Viral! 3 Wanita Seksi Asyik Goyang Erotis di Dekat Musala, Begini Penampakannya
Jarak Pulau Simuk dengan Pelabuhan Teluk Dalam, mencapai sekitar 42 mil atau sekitar 65 km. Saat cuaca baik, kapal pengangkut kebutuhan pokok bisa mencapai Pulau Simuk, setelah menempuh enam jam perjalanan laut.
Gentelmen menyebut, persediaan beras sudah tiga hari ini habis. Dari keterangan yang disampaikan sejumlah pedagang kebutuhan pokok di Pulau Simuk, warga mulai makan mi instan, sagu, dan roti meskipun jumlahnya sangat terbatas.
Baca juga: Ratusan Rumah di Bobong dan Wayo Maluku Utara Diterjang Banjir
Kapal-kapal pengangkut kebutuhan pokok menghentikan seluruh operasionalnya, karena kondisi cuaca ekstrem yang membahayakan kegiatan pelayaran. Kapal pengangkut kebutuhan pokok tersebut, kini hanya bisa bersandar di Pelabuhan Teluk Dalam.
Sejumlah operator kapal sempat berupaya melakukan pelayaran menuju ke Pulau Simuk, namun di tengah perjalanan mereka harus putar balik karena kondisi cuaca ekstrem. Camat Simuk, Gentelmen Bagi membenarkan adanya krisis pangan di Pulau Simuk.
Baca juga: Siu Ban Ci, Selir Prabu Brawijaya Dari China yang Mengubah Sejarah Jawa
"Kapal-kapal pengangkut kebutuhan pokok belum bisa berlayar ke Pulau Simuk, akibat cuaca ekstrem. Akibatnya, warga di Pulau Simuk dilanda krisis pangan, terutama beras, minyak, dan gas," ungkap Gentelmen.
Lebih lanjut Gentelmen mengaku, telah berupaya berkoordinasi dengan Pemkab Nias Selatan, untuk mencari solusi pengiriman bahan pokok ke Pulau Simuk. "Basarnas telah bersedia untuk membantu menyalurkan kebutuhan pokok ke Pulau Simuk," ujarnya.

Pulau Simuk merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, yang berada di Pantai Barat Sumatera dan langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Ada enam desa di pulau tersebut, yakni Desa Gobo, Desa Gobo Baru, Desa Silina, Desa Silina Baru, Desa Maufa, dan Desa Gondia.
Baca juga: Viral! 3 Wanita Seksi Asyik Goyang Erotis di Dekat Musala, Begini Penampakannya
Jarak Pulau Simuk dengan Pelabuhan Teluk Dalam, mencapai sekitar 42 mil atau sekitar 65 km. Saat cuaca baik, kapal pengangkut kebutuhan pokok bisa mencapai Pulau Simuk, setelah menempuh enam jam perjalanan laut.
Gentelmen menyebut, persediaan beras sudah tiga hari ini habis. Dari keterangan yang disampaikan sejumlah pedagang kebutuhan pokok di Pulau Simuk, warga mulai makan mi instan, sagu, dan roti meskipun jumlahnya sangat terbatas.
(eyt)
Lihat Juga :