Sejarah Kerajaan Kutai: Asal-usul, Masa Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalan
Jum'at, 22 September 2023 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Pada aspek sosial, kala itu muncul golongan terdidik yang menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Golongan tersebut dikenal sebagai Brahmana dan Ksatria.
Ksatria berasal dari kerabat raja Mulawarman. Hal ini dibuktikan melalui upacara pemberkatan bagi mereka yang memeluk agama Hindu.
Sedangkan di aspek politik, pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, stabilitas politik di Kerajaan Kutai terjaga dengan baik, dan sistem politiknya menjadi kekuatan dominan yang mempengaruhi.
Baca Juga Kisah Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno Akibat Erupsi Gunung Merapi dan Pemberontakan
Prasasti Yupa mencatat bahwa Raja Mulawarman memiliki kekuasaan yang besar dan kuat, sekaligus bijaksana dalam tindakannya.
Selanjutnya, dari aspek ekonomi adalah sistem penarikan hadiah diterapkan untuk pedagang luar yang ingin berdagang di kerajaan ini, mirip dengan pajak modern, memberikan pemasukan tambahan bagi Kerajaan Kutai.
Dalam aspek agama pun kejayaan Kerajaan Kutai sangat terasa. Kerajaan Kutai sangat menganut keyakinan leluhur. Hal ini terlihat dalam prasasti Yupa, yang merupakan peninggalan zaman Megalitikum.
Di samping itu, terdapat punden berundak, menhir, dan tempat pemujaan bernama Waprakeswara. Raja Kutai menganut agama Hindu Siwa dengan pengaruh brahmana, sementara rakyat memiliki kebebasan dalam memilih aliran Hindu.
Namun, masa kejayaan Kutai era Mulawarman tidak berlangsung lama setelah kematiannya dan pergantian pemimpin yang berujung pada keruntuhan kerajaan tersebut.
Seperti banyak kerajaan kuno lainnya, Kerajaan Kutai juga mengalami masa-masa sulit. Serangan dari berbagai kekuatan asing serta perang saudara melemahkan pada akhirnya membawa kerajaan ini pada periode kemunduran.
Baca Juga Sejarah Kerajaan Majapahit: Asal-usul, Tokoh Penting, Kejayaan, Keruntuhan, hingga Peninggalan
Terlebih, setelah Mulawarman, nasib Kerajaan Kutai mengalami ketidakpastian. Kerajaan Kutai Martapura akhirnya runtuh setelah ditaklukkan oleh Kesultanan Kutai yang menganut Islam pada tahun 1635.
Raja terakhir Kerajaan Kutai, Maharaja Dharma Setia, gugur dalam pertempuran melawan Pangeran Sinum Panji Mendapa dari Kesultanan Kutai.
Ksatria berasal dari kerabat raja Mulawarman. Hal ini dibuktikan melalui upacara pemberkatan bagi mereka yang memeluk agama Hindu.
Sedangkan di aspek politik, pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, stabilitas politik di Kerajaan Kutai terjaga dengan baik, dan sistem politiknya menjadi kekuatan dominan yang mempengaruhi.
Baca Juga Kisah Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno Akibat Erupsi Gunung Merapi dan Pemberontakan
Prasasti Yupa mencatat bahwa Raja Mulawarman memiliki kekuasaan yang besar dan kuat, sekaligus bijaksana dalam tindakannya.
Selanjutnya, dari aspek ekonomi adalah sistem penarikan hadiah diterapkan untuk pedagang luar yang ingin berdagang di kerajaan ini, mirip dengan pajak modern, memberikan pemasukan tambahan bagi Kerajaan Kutai.
Dalam aspek agama pun kejayaan Kerajaan Kutai sangat terasa. Kerajaan Kutai sangat menganut keyakinan leluhur. Hal ini terlihat dalam prasasti Yupa, yang merupakan peninggalan zaman Megalitikum.
Di samping itu, terdapat punden berundak, menhir, dan tempat pemujaan bernama Waprakeswara. Raja Kutai menganut agama Hindu Siwa dengan pengaruh brahmana, sementara rakyat memiliki kebebasan dalam memilih aliran Hindu.
Namun, masa kejayaan Kutai era Mulawarman tidak berlangsung lama setelah kematiannya dan pergantian pemimpin yang berujung pada keruntuhan kerajaan tersebut.
Keruntuhan Kerajaan Kutai
Seperti banyak kerajaan kuno lainnya, Kerajaan Kutai juga mengalami masa-masa sulit. Serangan dari berbagai kekuatan asing serta perang saudara melemahkan pada akhirnya membawa kerajaan ini pada periode kemunduran.
Baca Juga Sejarah Kerajaan Majapahit: Asal-usul, Tokoh Penting, Kejayaan, Keruntuhan, hingga Peninggalan
Terlebih, setelah Mulawarman, nasib Kerajaan Kutai mengalami ketidakpastian. Kerajaan Kutai Martapura akhirnya runtuh setelah ditaklukkan oleh Kesultanan Kutai yang menganut Islam pada tahun 1635.
Raja terakhir Kerajaan Kutai, Maharaja Dharma Setia, gugur dalam pertempuran melawan Pangeran Sinum Panji Mendapa dari Kesultanan Kutai.
Lihat Juga :