Kisah Kesaktian Panembahan Senopati Bertemu Nyi Roro Kidul Diiringi Endhog Jagad

Rabu, 20 September 2023 - 12:27 WIB
loading...
Kisah Kesaktian Panembahan...
Setiap Raja Jawa atau Raja Mataram Islam yakni mulai Panembahan Senopati berkuasa (1582-1603) konon merupakan suami dari Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
SETIAPRaja Jawa atau Raja Mataram Islam, yakni mulai Panembahan Senopati berkuasa (1582-1603) konon merupakan suami dari Kanjeng Ratu Kidul yang juga disebut Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul.

Kisah Kesaktian Panembahan Senopati Bertemu Nyi Roro Kidul Diiringi Endhog Jagad

Panembahan Senopati. Foto/Ilustrasi/Ist

Secara gaib penguasa laut selatan Kanjeng Ratu Kidul akan terus membentengi kekuasaan Raja Jawa yang notabene suaminya. Mitos itu tak lapuk oleh waktu, yakni terus hidup hingga sekarang.

Baca juga: Siasat Cerdik Panembahan Senopati Gunakan Perempuan Cantik Taklukkan Madiun

Dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa (2021) disebutkan mitos itu bermula dari kisah Endhog Jagad atau Telur Jagat (Telur Keberadaan). Telur ajaib ini mengiringi kisah pertemuan rahasia Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul.

Kisah Kesaktian Panembahan Senopati Bertemu Nyi Roro Kidul Diiringi Endhog Jagad

Kanjeng Ratu Kidul yang juga disebut Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul. Foto/Ilustrasi/Ist

Suatu hari, seberkas sinar terang tiba-tiba jatuh dari angkasa. Sinar misterius itu menuntun Panembahan Senopati untuk mendatangi Pantai Selatan. Di tepi pantai, putra Ki Ageng Pemanahan yang bergaris darah dari Prabu Brawijaya, Raja Majapahit itu, bersemedi atau bertapa.

Proses pertapaan Danang Sutawijaya yang merupakan nama lahir Panembahan Senopati, begitu khusyuk dan itu mengubah semesta yang ada. Ombak laut selatan yang terkenal ganas, berangsur-angsur mereda.

“Ombak laut menjadi datar, dan roh penjaga laut selatan, Nyi Roro Kidul, terpaksa mentas dari samudera”.

Baca juga: Kisah Kedahsyatan Siasat Panembahan Senopati Hancurkan Pasukan Pajang Tanpa Perang

Terpesona oleh penampakan kecantikan sang ratu, Panembahan Senopati memungkasi semedinya. Di depan penguasa laut selatan, raja Jawa yang masih berusia muda itu mengajukan permohonan.

Ia meminta dibantu mewujudkan cita-citanya untuk menjadi raja besar. Permintaan Panembahan Senopati diiyakan. Ratu Kidul berjanji akan memperkuat pasukan Panembahan Senopati, namun dengan satu syarat.

“Yakni dalam pertempuran pasukan Panembahan Senopati tidak boleh memunggungi laut selatan”.

Ratu Kidul juga mengajukan syarat kedua, yakni meminta Panembahan Senopati menjadi suaminya. Panembahan Senopati memang jatuh cinta sejak pandangan pertama.

Sejak awal keelokan paras Ratu Kidul telah membuyarkan konsentrasi semedinya. Meski demikian di dalam hati Panembahan Senopati sempat timbul keraguan mengingat penguasa laut Selatan itu bukan manusia, melainkan jenis makhluk siluman.

Keraguan itu coba ditepis Ratu Kidul dengan mengulurkan sebutir Telur Jagat. Siapa yang menelan Telur Jagat mentah-mentah, kata Ratu Kidul akan memiliki kekuatan besar, kebal sekaligus tidak mengenal maut alias abadi.

Di mata Panembahan Senopati, apa yang disebut Telur Jagat itu tak ubahnya telur ayam biasa. Melihat masih ada keraguan di mata Panembahan Senopati, Ratu Kidul mengatakan Telur Jagat tidak harus dimakan saat itu juga.

Panembahan Senopati bisa menelannya pada saat yang tepat, yakni di saat hatinya betul-betul sudah merasa siap. Ratu Kidul meminta Panembahan Senopati untuk kembali ke istana dengan membawa Telur Jagat.

Raja Mataram Islam pertama itu patuh. Dalam perjalanan kembali ke istana Panembahan Senopati berjumpa dengan Sunan Kalijaga, yakni Wali Songo yang terkenal akrab dengan kebudayaan Jawa.

Panembahan Senopati dinasehati akibat yang terjadi bila nekat menelan Telur Jagat. Raja Jawa itu memang akan kebal dan sakti, sekaligus mendapatkan seluruh kuasa duniawi yang diinginkan.

Namun ia akan menjadi makhluk halus yang hidupnya abadi hingga akhir dunia seperti halnya Ratu Kidul. Mendengar penuturan Sunan Kalijaga, Panembahan Senopati sontak kaget dan sekaligus ketakutan. “Senopati menggigil. Kulitnya terasa merinding”.

Kendati demikian, Sunan Kalijaga tidak menyarankan Telur Jagat itu dibuang. Sebelum berpisah, ia menyarankan Panembahan Senopati memberikan Telur Jagat kepada seseorang yang paling dekat dengannya (Panembahan Senopati).

Seseorang yang benar-benar setia dan sekaligus berbakti kepada Kerajaan Mataram. Panembahan Senopati menuruti nasehat Sunan Kalijaga. Sesampai di istana Mataram ia memanggil Ki Juru Taman, yakni tukang kebun istana yang sepuh dan terkenal setia.

Ki Juru Taman diminta menelan Telur Jagat mentah-mentah dan konon tubuhnya sontak meraksasa. Dengan wujudnya yang baru, Panembahan Senopati menjelaskan jika Ki Juru Taman akan hidup abadi.

Karenanya ia diberi tugas menjaga Gunung Merapi agar tidak menimbulkan bencana di tanah Mataram. Sejak saat itu Ki Juru Taman dikenal dengan nama Eyang Merapi atau Panembahan Sapu Jagat atau Kiai Sapu Jagat.

Demikian mitos yang terus menyelubungi sejarah berdirinya Kerajaan Mataram Islam sejak era Panembahan Senopati.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Kesaktian Sunan...
Kisah Kesaktian Sunan Kalijaga Menundukkan Kera-Kera Raksasa Hutan Gunungpati
Kisah Kesaktian Tembang...
Kisah Kesaktian Tembang Durmo, Karomah Sunan Bonang yang Membuat Perampok Kejam Takluk
Kisah Kesaktian Haji...
Kisah Kesaktian Haji Darip, Jawara Betawi yang Bikin Pasukan Belanda dan Jepang Kocar-kacir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Ritual Pesugihan Berujung...
Ritual Pesugihan Berujung Maut, Mengungkap Sosok Gaib Penjaga Pantai Selatan
Penguasa Mistis Pantai...
Penguasa Mistis Pantai Utara Jawa yang Sarat Makna
Prabowo Jadi Inspektur...
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025
Rekomendasi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved