Hasto: Putus Kontrasepsi, 500 Ribu Ibu Potensi Hamil

Minggu, 02 Agustus 2020 - 07:42 WIB
loading...
Hasto: Putus Kontrasepsi,...
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo memberikan keterangan soal potensi kehamilan akibat putus kontrasepsi di UNY, Sabtu (1/8/2020). Foto/Ist.
A A A
KLATEN - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan, potensi kehamilan bagi pasangan usia subur yang tidak mengunakan kontrasepi selama tiga bulan pertama minimal 15%.

(Baca juga: Hasto: Ibu Hamil Terpapar COVID-19 Tak Tulari ke Bayinya )

Hasto sendiri menhitung, dalam tiga bulan terakhir ada 10% dari 36 juta pasangan usia subur yang putus kontrasepsi. "Bila 10% dari 36 juta itu tidak mengunakan kontrasepsi, maka 15% antara 400 ribu-500 ribu akan terjadi kehamilan ," kata Hasto usai penganugerahan doktor honoris causa di UNY, Sabtu (1/8/2020).

Untuk itu pada bulan keempat ini, menjadi tantanagn BKKBN untuk menurunkan kehamilan dari tiga bula pertama. Di antaranya yang sudah dilakukan yakni mengadakan pelayanan kontrasepsi dalam jumlah kecil secara serentak.

(Baca juga: Viral, Bocah di Agam Menangis Memeluk Sapi yang Akan Disembelih )

Hal ini seperti yang dilakukan saat hari keluarga 29 Juni 2020, yaitu dengan menggelar 1 juta pemasangan alat kontrasepsi secara serentak. "Dalam pelaksanaan itu, kami berhasil memasang alat kontrasepsi sebanyak 1,4 juta di Indonesia. Jumlah ini berasal dari 74 ribu desa se Indonesia," paparnya.

Mengenai apa pademi COVID-19 juga menjadi penyebab terjadinya kehamilan . Menurut Hasto adanya program bekerja di rumah, memang menyebabkan suami istri sering kontak. Namun ini bukan menjadi penyebab utamanya.

"Untuk kehamilan sendiri, rata-rata karena kurang tahunya pengetahuan masyarakat dalam reproduksi. Terutama mereka yang cenderung miskin, pendidikan rendah dan geografis," jelasnya.

(Baca juga: Tengah Malam, Indramayu Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 4,5 )

Menurut Hasto untuk masalah reproduksi ini, akan memverikan pendidikan kepada remaja, yaitu dengan membuat web.siap nikah. Dari web ini akan dikompilasi dan disusun sebagai draf, meskipun draf kesehatan reproduksi sudah punya. Namun tetap akan mendengarkan aspirasi publik, mana yang dianggap tabu dan tidak.

"Saya ingin kesehatan reproduksi dalam pendidikan anak usia remaja, baik formal maupun nonformal, bisa ektrakulikuler maupun intrakulikuler," jelasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala Daerah Perlu...
Kepala Daerah Perlu Dievaluasi Jika Tidak Paham Dampak Ledakan Penduduk
Syafril Dokter Kandungan...
Syafril Dokter Kandungan Cabul di Garut Pernah Ditonjok Suami Korban Pelecehan
Kick Off MBG untuk Bumil...
Kick Off MBG untuk Bumil dan Balita, DPRD Kota Bogor Siap Berikan Dukungan
Pemkot Tangsel dan BKKBN...
Pemkot Tangsel dan BKKBN Ajak Masyarakat Rencanakan Keluarga Sejahtera melalui KB Serentak
Sadis! Wanita Salon...
Sadis! Wanita Salon di Bandung yang Tewas dengan 25 Tusukan Ternyata Hamil 4 Bulan
Jelang Nataru, Wamen...
Jelang Nataru, Wamen Isyana Monitor Langsung Program Genting di Papua
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Maia Estianty Ingatkan...
Maia Estianty Ingatkan Netizen Jangan Desak Syifa Hadju soal Kehamilan: Itu Gak Sopan
Komedian Jimmy Kimmel...
Komedian Jimmy Kimmel Sebut Ibu Negara AS Melania seperti Janda Sedang Hamil, Trump Marah
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
Berita Terkini
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved