PBB Layangkan Tuduhan Kejatahan Perang Terhadap Myanmar

Rabu, 29 April 2020 - 21:16 WIB
loading...
PBB Layangkan Tuduhan...
Utusan khusus PBB melayangkan tuduhan kejahatan perang baru kepada tentara Myanmar. Foto/The Taiger
A A A
NEW YORK - Utusan PBB untuk Myanmar menyebut militer negara itu kemungkinan telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di negara bagian Rakhine dan Chin. Dua wilayah menjadi lokasi pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak etnis minoritas yang meningkat.

"Sementara dunia diduduki oleh pandemi COVId-19, militer Myanmar terus meningkatkan serangannya di Negara Bagian Rakhine, dengan menargetkan penduduk sipil," kata Yankee Lee dalam pernyataan terakhirnya setelah enam tahun sebagai utusan hak asasi manusia seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu (29/4/2020).

Ia pun menyerukan investigasi internasional terhadap tuduhan tersebut. Laporan utusan khusus yang berasal dari Korea Selatan itu mengatakan pasukan bersenjata, yang dikenal sebagai Tatmadaw, telah meningkatkan serangan terhadap warga sipil dalam beberapa pekan terakhir dengan serangan udara dan artileri yang mungkin sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Lee juga mendesak Tentara Arakan, yang telah dituduh menculik pejabat, untuk melindungi warga sipil. Kelompok itu tidak segera membuat pernyataan publik sebagai tanggapan.

Lee mengkritik penargetan pekerja bantuan, merujuk pada pengemudi untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang terbunuh minggu lalu. Pasukan pemerintah dan pemberontak saling menyalahkan atas kematiannya.

"Seruan untuk gencatan senjata, termasuk oleh Tentara Arakan, tidak diindahkan," ujarnya. "Sebaliknya, Tatmadaw menimbulkan penderitaan besar pada komunitas etnis di Rakhine dan Chin," imbuhnya.

Tentara Arakan mengumumkan gencatan senjata selama sebulan di bulan April bersama dengan dua pasukan gerilya etnik minoritas lainnya, mengutip pada pandemi virus Corona. Namun militer Myanmar menolak gencatan senjata, dengan juru bicara mengatakan gencatan senjata sebelumnya yang dinyatakan oleh pemerintah tidak diindahkan oleh pemberontak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Keluhkan Pajak...
Warga Keluhkan Pajak Naik 400 Persen, Pemkab Semarang Akhirnya Batalkan Kenaikan PBB-P2
Profil Effendi Edo,...
Profil Effendi Edo, Wali Kota Cirebon yang Disorot Gara-gara Rumor Kenaikan PBB 1.000 Persen
Pramono Hadiri Forum...
Pramono Hadiri Forum PBB di New York, Rano Karno: Bukan Kelas Kaleng-kaleng
Gempa Myanmar Jadi Peringatan,...
Gempa Myanmar Jadi Peringatan, HIPMI Jaya Dorong Regulasi Bangunan Antigempa di Jakarta
Disekap di Myanmar,...
Disekap di Myanmar, Eks Anggota DPRD Indramayu Minta Bantuan Presiden Prabowo
Bikin Paspor Pakai Identitas...
Bikin Paspor Pakai Identitas WNI, Perempuan Warga Myanmar Ditangkap Imigrasi Cilacap
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Rekomendasi
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Berita Terkini
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved