Kisah Perseteruan Masyumi dan PKI, Kian Meruncing Jelang Pemilu 1955

Rabu, 06 September 2023 - 05:14 WIB
loading...
A A A
Peristiwa berdarah di Madiun, pada tahun 1948 begitu membekas di kalangan Masyumi. Pasalnya, selain dari unsur NU dan PNI, dalam peristiwa Madiun tersebut tak sedikit orang-orang Masyumi yang juga menjadi korban orang-orang komunis.

Serangan yang paling menohok dari Masyumi adalah, memberi penekanan pada sikap anti agama komunisme. Pukulan politik itu terutama dilancarkan oleh Isa Anshary, tokoh Masyumi di Jawa Barat.

Masyumi berusaha keras membuat garis pemisah yang jelas, antara komunis dengan partai-partai lain. "Menggunakan dengan efektif pernyataan Chou En Lai pada Konferensi Bandung: Kami orang Komunis atheis," demikian dikutip dari buku Pemilihan Umum 1955 di Indonesia (1971).

PKI melawan semua serangan itu, dengan meragukan sikap Masyumi terhadap penerimaan dasar negara Pancasila. Itu dilakukan PKI setelah membuat keputusan pada November 1954, yakni menerima Pancasila sebagai dasar politik republik sambil mengusulkan perbaikan.

Baca juga: Tangis Pecah di GOR Jatidiri Semarang, Ribuan Orang Lepas Ganjar-Yasin

Masyumi yang dipandang kebarat-baratan oleh PKI, juga dituding memiliki hubungan erat dengan peristiwa gerakan Darul Islam (DI/TII) Kartosuwiryo, yang mencoba makar terhadap republik.

Dalam situasi itu PKI diuntungkan posisi politik Masyumi, yakni yang bersama PSI menjadi oposisi pemerintah. Oposisi dicap sebagai golongan yang tidak setia sekaligus memiliki kepentingan dengan perkebunan dan pertambangan asing. Hal ini, membantu menghilangkan noda yang melekat pada PKI setelah peristiwa Madiun 1948, dan memberi partai ini keuntungan penting dalam debatnya dengan Masyumi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Prabowo Tantang Lawan...
Prabowo Tantang Lawan Politik: Nggak Suka Sama Saya? Silakan Maju di 2029!
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki,...
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Cilegon Ancam Golput di Pemilu 2029
Rekomendasi
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Berita Terkini
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved