Ridwan Kamil: Energi Terbarukan Jabar Lebih Tinggi Dibanding Nasional
Jum'at, 01 September 2023 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
”Kami di daerah gak sanggup. Jakarta aja, untuk 10 juta (penduduk), APBD Rp80 triliun, terkaya se-Indonesia, setengah MRT aja dibayarin APBN. Itu Jakarta,” ungkap Kang Emil.
Bicara pembangkit listrik, lanjut Kang Emil, kebanyakan di negeri ini masih menggunakan batu bara. Alasannya, tak lain karena biayanya yang murah.
Baca Juga: Ridwan Kamil dan 15 Kepala Daerah di Jabar Purnatugas Tahun Ini, Berikut Daftarnya
”Padahal Allah sudah memberikan kekayaan yang namanya panas matahari terik tropis, air-air yang mengalir, panas bumi, karena banyak gunung berapinya di Indonesia. Angin, kalau dihitung secara matematis menghasilkan 400 giga watt,” bebernya.
Mantan Wali Kota Bandung ini menyebut, 300 juta penduduk Indonesia hanya perlu mengonsumsi separuhnya alias 200 giga watt. Olah karenanya, Indonesia dikatakan sebagai negara yang surplus energi.
”Kenapa masih tersendat-sendat. This is political will, bukan theoritical will. Jawa Barat sudah paling keren. Energi terbarukan kami yang menjadi sumber listrik sudah mendekati 30 persen, lumayan. Sementara Indonesia masih 11 persen,” imbuhnya.
Bicara pembangkit listrik, lanjut Kang Emil, kebanyakan di negeri ini masih menggunakan batu bara. Alasannya, tak lain karena biayanya yang murah.
Baca Juga: Ridwan Kamil dan 15 Kepala Daerah di Jabar Purnatugas Tahun Ini, Berikut Daftarnya
”Padahal Allah sudah memberikan kekayaan yang namanya panas matahari terik tropis, air-air yang mengalir, panas bumi, karena banyak gunung berapinya di Indonesia. Angin, kalau dihitung secara matematis menghasilkan 400 giga watt,” bebernya.
Mantan Wali Kota Bandung ini menyebut, 300 juta penduduk Indonesia hanya perlu mengonsumsi separuhnya alias 200 giga watt. Olah karenanya, Indonesia dikatakan sebagai negara yang surplus energi.
”Kenapa masih tersendat-sendat. This is political will, bukan theoritical will. Jawa Barat sudah paling keren. Energi terbarukan kami yang menjadi sumber listrik sudah mendekati 30 persen, lumayan. Sementara Indonesia masih 11 persen,” imbuhnya.
Lihat Juga :