Kisah Sunan Kalijaga Luruhkan Murka Sultan Agung dengan Serban Hitam
Selasa, 29 Agustus 2023 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Musababnya, Sultan Agung diketahui terlahir dari sebuah pertemuan seorang manusia dengan bangsa jin atau dewa, sehingga keberadaanya dapat meresahkan para nabi. Alhasil, Sultan Agung tidak bisa menerima alasan yang diutarakan Iman Supingi tersebut.
Baca Juga: Kisah Kegagalan Sultan Agung Islamkan Pulau Dewata
Raja Jawa itu seketika tersinggung. “Sultan Agung murka,” demikian yang tertulis dalam buku “Naik Haji di Masa Silam, Tahun 1482-1890”. Saat itu langsung Sultan Agung bertolak ke tanah Jawa dengan penuh kekecewaan dengan penuh amarah.
Kala itu, dia mendatangi Pantai Selatan tempat di mana Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul bertakhta. Sultan Agung di sana mengadu. Dalam legenda sejarah Mataram Islam, Kanjeng Ratu Kidul merupakan istri dari raja-raja Jawa.
Kanjeng Ratu Kidul lantas mengusulkan untuk menyerang Makkah dengan cara menyebarkan wabah penyakit. Sultan Agung yang dalam keadaan emosi, langsung mengiyakan. Alhasil, Kanjeng Ratu Kidul kemudian mengirimkan wabah secara gaib ke Makkah.
“Maka Ratu Kidul memerintahkan kepada dua panglimanya, Nyai Ira Kidul dan Nyai Kidul untuk mengepalai pasukan “lelembut dan teluh” ke Mekkah dan menyebarkan penyakit di sana”.
Baca Juga: Misteri Suara Menggelegar Gunung Merapi saat Sultan Agung Mangkat
Dalam riwayat cerita Babad Nitik Sarta Cabolek, disebutkan bahwa Kota Makkah kemudian geger. Malapetaka yang berupa pagebluk meneror tanah suci. Maut tiba-tiba merajalela, di mana tiap hari banyak orang mati tanpa sebab yang jelas.
Para imam berusaha membendung wabah dengan memperbanyak salat dan pengajian. Namun, kematian tak kunjung berhenti. ”Satu-satunya tempat yang tidak kena malapetaka ini yakni Masjidilharam dan orang berbondong mencari perlindungan di dalamnya”.
Singkat cerita, Sunan Kalijaga saat salat Jumat di Makkah mendengar malapateka yang sedang terjadi. Iman Supingi menceritakan bahwa kota Mekkah diserang wabah penyakit sejak kedatangan Sultan Agung satu bulan sebelumnya.
Sunan Kalijaga berjanji akan memeriksa apakah “cucunya” (Sultan Agung) ada sangkut pautnya dengan pagebluk yang sedang melanda kota Mekkah.
Baca Juga: Legenda Sembrani, Kuda Bersayap Tunggangan Sultan Agung ke Makkah
Baca Juga: Kisah Kegagalan Sultan Agung Islamkan Pulau Dewata
Raja Jawa itu seketika tersinggung. “Sultan Agung murka,” demikian yang tertulis dalam buku “Naik Haji di Masa Silam, Tahun 1482-1890”. Saat itu langsung Sultan Agung bertolak ke tanah Jawa dengan penuh kekecewaan dengan penuh amarah.
Kala itu, dia mendatangi Pantai Selatan tempat di mana Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul bertakhta. Sultan Agung di sana mengadu. Dalam legenda sejarah Mataram Islam, Kanjeng Ratu Kidul merupakan istri dari raja-raja Jawa.
Kanjeng Ratu Kidul lantas mengusulkan untuk menyerang Makkah dengan cara menyebarkan wabah penyakit. Sultan Agung yang dalam keadaan emosi, langsung mengiyakan. Alhasil, Kanjeng Ratu Kidul kemudian mengirimkan wabah secara gaib ke Makkah.
“Maka Ratu Kidul memerintahkan kepada dua panglimanya, Nyai Ira Kidul dan Nyai Kidul untuk mengepalai pasukan “lelembut dan teluh” ke Mekkah dan menyebarkan penyakit di sana”.
Baca Juga: Misteri Suara Menggelegar Gunung Merapi saat Sultan Agung Mangkat
Dalam riwayat cerita Babad Nitik Sarta Cabolek, disebutkan bahwa Kota Makkah kemudian geger. Malapetaka yang berupa pagebluk meneror tanah suci. Maut tiba-tiba merajalela, di mana tiap hari banyak orang mati tanpa sebab yang jelas.
Para imam berusaha membendung wabah dengan memperbanyak salat dan pengajian. Namun, kematian tak kunjung berhenti. ”Satu-satunya tempat yang tidak kena malapetaka ini yakni Masjidilharam dan orang berbondong mencari perlindungan di dalamnya”.
Singkat cerita, Sunan Kalijaga saat salat Jumat di Makkah mendengar malapateka yang sedang terjadi. Iman Supingi menceritakan bahwa kota Mekkah diserang wabah penyakit sejak kedatangan Sultan Agung satu bulan sebelumnya.
Sunan Kalijaga berjanji akan memeriksa apakah “cucunya” (Sultan Agung) ada sangkut pautnya dengan pagebluk yang sedang melanda kota Mekkah.
Baca Juga: Legenda Sembrani, Kuda Bersayap Tunggangan Sultan Agung ke Makkah
Lihat Juga :