ITB dan Pertamina Bangun Pabrik Katalis BBM September 2020
Kamis, 30 Juli 2020 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, kebutuhan energi di Indonesia dengan jumlah penduduk yang sangat banyak terus mengalami peningkatan.
Di sisi lain, ketersedian fossil fuel (bahan bakar fosil) menurun dari sisi suplai. "Jadi sangat tepat ketika Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan untuk mulai shifting (bergeser) ke arah new and renewable energy (energi baru terbarukan)," kata Nicke.
Pertamina, ujar Nicke, telah menetapkan suatu visi ke depan untuk melakukan transisi energi dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, salah satunya sawit.
"Sehingga bioenergy yang akan banyak dikembangkan adalah bahan bakar sawit. Jadi ITB sangat tepat dalam mengembangkan bahan bakar bio hydrocarbon," ujar Nicke.
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan, ketersediaan minyak fosil diprediksi akan berkurang di tahun 2030 ke atas karena keterbatasan sumber daya, dan harganya pun akan melambung tinggi.
Di sisi lain, ketersedian fossil fuel (bahan bakar fosil) menurun dari sisi suplai. "Jadi sangat tepat ketika Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan untuk mulai shifting (bergeser) ke arah new and renewable energy (energi baru terbarukan)," kata Nicke.
Pertamina, ujar Nicke, telah menetapkan suatu visi ke depan untuk melakukan transisi energi dengan mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, salah satunya sawit.
"Sehingga bioenergy yang akan banyak dikembangkan adalah bahan bakar sawit. Jadi ITB sangat tepat dalam mengembangkan bahan bakar bio hydrocarbon," ujar Nicke.
Menteri ESDM Arifin Tasrif menyampaikan, ketersediaan minyak fosil diprediksi akan berkurang di tahun 2030 ke atas karena keterbatasan sumber daya, dan harganya pun akan melambung tinggi.
(awd)
Lihat Juga :