1,6 Juta ASN Dialokasikan untuk Tenaga Pengajar dan Penyuluh Desa

Rabu, 29 Juli 2020 - 06:38 WIB
loading...
1,6 Juta ASN Dialokasikan...
Sejumlah narasumber dalam Webinar Nasional bertajuk Urgensi Pembubaran 18 Lembaga Negara, Selasa (28/7/2020). Foto/Istimewa
A A A
SEMARANG - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kemen PAN RB ) akan segera menyusun rancangan PP pembubaran 18 lembaga negara nonstruktural.

Untuk selanjutnya, Kemen PAN RB melakukan koordinasi dengan BKN dan Kemenkeu terkait pengalihan pendanaan, pegawai dan dokumen serta aset lembaga.

“Tujuan penyederhaan (pembubaran 18 lembaga) ini adalah membuat birokrasi lebih dinamis, mewujudkan ASN yang semakin profesional, fokus pada pekerjaan fungsional. Selanjutnya percepatan sistem kerja dan mendorong efektivitas dan efisiensi kerja,” jelas Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo saat berbicara di Webinar Nasional yang digelar Departemen Administrasi FISIP dan KAMAP Undip Semarang, Selasa (28/7/2020).

Selain pembubaran lembaga negara nonstruktural, pihaknya juga melakukan pemangkasan eselon III dan IV ASN di pemerintah daerah, kementerian dan lembaga. Saat ini sudah mencapai 60% dan ditargetkan selesai dilakukan pada Desember 2020.

(Baca juga: Pakai Kostum Monster Corona, Relawan Gibran Bagikan Sembako ke Warga )

Tjahjo menyebutkan, jumlah ASN di Indonesia saat ini hampir mencapai 4,3 juta orang, dimana 70 persennya ada di pemerintah daerah. Dari jumlah itu, 1,6 juta diantaranya adalah tenaga administrasi.

“Penataan per bulan Juli ini sudah mencapai 60%. Mudah-mudahan target merubah pola pikir struktural ke fungsional bisa selesai Desember 2020. Ini semangatnya adalah penyederhanaan birokrasi,” tandasnya.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini mulai mencermati jumlah 1,6 juta pegawai tersebut. Dimana 700 ribu diantaranya akan dialokasikan untuk tenaga pengajar dan saat ini sudah dipersiapkan oleh Kemen PAN RB, Kemendikbud, Kemendagri dan Kemenkeu.

(Baca juga: Swab Mandiri, Wakil Wali Kota Solo Telah Negatif COVID-19 )

Selain itu, 260 ribu untuk kebutuhan tenaga kesehatan (dokter, perawat dan bidan) serta 80-an ribu tenaga penyuluh di desa. “Birokrasi di Pemerintahan (pemda, lembega dan kementerian) dinilai terlalu gemuk, lamban dan sumberdaya manusianya mesti diupgrade,” tegasnya.

Sementara, anggota DPR RI Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa pihaknya mendukung pembubaran 18 lembaga negara nonstruktural. “Saat Presiden coba mendorong pembubaran 18 lembaga negara nonstruktural, saya orang yang termasuk pertama memberikan dukungan. Birokrasi kita memang harus berubah agar mata rantai pelayanan publik semakin cepat dan nyata,” ungkap Karding.

Menurutnya, pembentukan lembaga lebih banyak yang didasari euforia, terutama pascareformasi. Lembaga tak berfungsi secara optimal dan tak berhubungan langsung dengan kepentingan pelayanan publik.

“Sehingga kinerja sangat tak baik. Akibatnya, menyerap banyak anggaran, tak efieisn dan tak efektif serta tak produktif,” bebernya.

Namun ia menegaskan, pembubaran lembaga negara nonstruktural itu harus memiliki parameter yang jelas. “Pada 2014-2017, sudah ada 23 lembaga yang dibubarkan. Namun memang harus dihitung berapa lembaga yang dibentuk. Ibarat bersepeda berapa kilo ngayuh sepedanya, tapi makan lebih besar,’’ pungkasnya
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang WFH Perdana,...
Jelang WFH Perdana, Produktivitas ASN Jakarta Dipantau melalui Sistem Monitoring
Pramono Perketat Izin...
Pramono Perketat Izin Anak Buahnya terkait Pemangkasan Perjalanan Dinas
WFA hingga 30 Maret,...
WFA hingga 30 Maret, ASN Tangsel Tetap Gaspol Layani Warga dari Mana Saja
Rusun Wisma Atlet Siap...
Rusun Wisma Atlet Siap Ditempati ASN TNI-Polri, Ini Kisaran Harga Sewanya
Latih Kesabaran ASN,...
Latih Kesabaran ASN, Wali Kota Jaksel Gelar Lomba Mancing di Pondok Betung
Tinjau Sekolah Rakyat...
Tinjau Sekolah Rakyat di Sulsel, Kemenko Polkam Beri Empat Rekomendasi ke Kemensos
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Berita Terkini
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved