Curahan Hati Pasangan Enak yang Gagal Bertarung di Pilkada Karawang

Selasa, 28 Juli 2020 - 23:12 WIB
loading...
Curahan Hati Pasangan...
Pasangan jalur perseorangan Endang Macan Kumbang-Asep Agustian kecewa setelah dinyatakan gugur menjadi calon bupati dan wakil bupati. Foto/SINDOnews/Nilakusuma
A A A
KARAWANG - Wajah kecewa masih terlihat di wajah pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Karawang dari jalur perseorangan Endang Macan Kumbang-Asep Agustian.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang memutuskan pasangan yang menamakan diri Pasangan ENAK ini tak memenuhi syarat dukungan untuk maju di Pilkada Karawang 2020. (BACA JUGA: Pasangan ENAK Dari Jalur Perseorangan Gagal Ikut Pilkada Karawang )

Saat dilakukan verifikasi faktual (verfak) oleh KPU selama 14 Hari, Pasangan ENAK hanya mampu mengumpulkan 67.219 surat dukungan dari seharusnya 108.548 atau kurang 40.929. (BACA JUGA: Pilkada Tasikmalaya, Pasangan Iwan-Iip Dapat Dukungan JAPATI )

KPU memberi kesempatan kepada pasangan ini untuk memperbaiki surat dukungan. Namun sesuai aturan kekurangan surat dukungan menjadi dua kali lipat, 81.858. (BACA JUGA: PKB Bakal Kerahkan Nahdliyin di Pilkada Bandung demi Dadang-Syahrul )

Masalahnya pasangan ENAK hanya diberikan waktu selama tiga hari untuk memperbaiki kekurangan surat dukungan itu. Waktu yang sangat singkat untuk mengumpulkan dukungan sebanyak 81.858 lembar.

"Bagaimana kami mendapatkan surat dukungan sebanyak itu selama tiga hari. Itu sangat mustahil. Emangnya kami Sangkuriang bisa mendapatkannya dalam waktu singkat," kata Asep Agustian ditemui Di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2020).

Asep mengaku kecewa dengan aturan main Pilkada 2020 yang sangat memberatkan bagi bakal calon perseorangan. Apalagi dampak pandemi COVID-19 sangat besar pengaruhnya dalam meraih surat dukungan.

Di tengah pandemi COVID-19, para relawan sangat kesulitan mencari dukungan. "Terima kasih kepada KPU Karawang yang telah memberikan kesempatan kepada kami. Tapi hanya cukup sampai di tahapan verfak. Boleh dong independen kecewa teramat berat, karena persyaratan bagi jalur perseorangan dalam pilkada tahun ini sangat berat dan rumit," ujar dia.

Asep mengklaim, Pasangan ENAK sesungguhnya saat itu sudah menyerahkan 108.148 surat dukungan berdasarkan KTP sebagai syarat minimal lolos jadi calon bupati dan wakil bupati.

Persoalannya ketika terjadi perbaikan dokumen persyaratan, pihaknya dihadapkan dengan pandemi COVID-19 yang membuat tim pasangan ENAK kesulitan saat mencari tambahan dukungan KTP warga.

"Padahal saat daftar pertama belum ada COVID-19. Kami sudah mengumpulkan dukungan KTP ini kurang lebih satu tahun. Tahapan pertama dimulai, kemudian distop karena ada Covid -19. Lalu Mendagri langsung menetapkan 9 Desember Pilkada harus tetap jalan, ada apa?" tutur pria yang akrab disapa Askun ini.

"Apa sudah dipikir dampak pandemi COVID-19?. Lagi-lagi jalur perseorangan dirugikan. Karena kemudian tahapan berikutnya berjalan untuk verfak. Lalu petugas verfak harus menggunakan APD lengkap. Di sinilah warga yang diverfak merasa ketakutan. Banyak sekali pertanyaan kepada warga saat verfak. Sehingga ini menambah beban warga," ungkap dia.

Menurut Askun, seharusnya pemerintah menghapuskan saja pasangan calon perseorangan karena persyaratannya sangat berat. Siapapun calon dari jalur ini, kecil kemungkinannya bisa lolos Verfak di tengah situasi Pandemi COVID-19. "Lebih baik hapuskan saja calon perseorangan karena persyaratan sangat dipersulit," kata Askun.

Namun begitu Asep Agustian menyampaikan pesan untuk para relawan dan simpatisan Pasangan ENAK, agar tidak melakukan perbuatan apapun yang membuat in-kondusivitas Pilkada 2020.

Meskipun tidak lolos Pasangan Enak tetap ada untuk para relawan dan simpatisannya. "Semuanya sudah kita jalankan, semuanya sudah kita pasrahkan. Tapi ini mungkin jalan terbaik," pungkas dia.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembudidaya Ikan Bioflok...
Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Karawang Peduli Lingkungan:...
Karawang Peduli Lingkungan: PERURI Asri Ubah Sampah Jadi Berkah Lewat Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Telukjambe
Pengembang Ajak Warga...
Pengembang Ajak Warga Karawang Senam Aerobik Tabata
Massa Demo Tolak UU...
Massa Demo Tolak UU TNI di DPRD Karawang Dibubarkan Paksa, 2 Mahasiswa Diamankan Polisi
NasDem Siap Kawal Pemenangan...
NasDem Siap Kawal Pemenangan PSU Pilkada Siak
3 Kecamatan di Karawang...
3 Kecamatan di Karawang Banjir hingga 2 Meter, 10.180 Jiwa Terdampak
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Percepat Akses ke Pusat...
Percepat Akses ke Pusat Kota, Jembatan Parkland Karawang Resmi Dibuka
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Putuskan Pemilu Tak Lagi Serentak
Rekomendasi
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved