Gawat! Penurunan Tanah di Pantura Makin Parah Tembus 5,5 Cm Pertahun
Minggu, 30 Juli 2023 - 09:49 WIB
loading...
A
A
A
Dalam waktu 7 tahun (2016-2023) penurunan yang terjadi pada lokasi ini sekitar 38,5 cm atau sekitar 5,5 cm/tahun (hampir sama dengan penurunan muka tanah yang terjadi di Stadion Hoegeng).
Selain kawasan stadion, lokasi Bandengan, Pekalongan menjadi contoh terkena dampak paling besar bencana penurunan muka tanah. Informasi warga Bandengan wilayah ini awalnya mulai masuk rob tahun 2009 tetapi sifatnya belum permanen (masih keluar masuk).
Namun pada 2010 rob yang masuk ke wilayah ini bersifat permanen dan masuk ke rumah warga bahkan merusak area persawahan karena terendam, bahkan sekarang kedalaman rendaman rob nya sudah mencapai lebih dari 1 meter.
Pada lokasi Bandengan ini hampir setiap tahun rumahnya diuruk, akibatnya atap rumahnya semakin memendek. Pengurugannya berasal dari dana pribadi warga maupun bantuan dari pemerintah.
Pada wilayah utara Bandengan, sejak tahun 2019 telah dibangun Tanggul oleh PUPR untuk menghindari dampak banjir.
Selain kawasan stadion, lokasi Bandengan, Pekalongan menjadi contoh terkena dampak paling besar bencana penurunan muka tanah. Informasi warga Bandengan wilayah ini awalnya mulai masuk rob tahun 2009 tetapi sifatnya belum permanen (masih keluar masuk).
Namun pada 2010 rob yang masuk ke wilayah ini bersifat permanen dan masuk ke rumah warga bahkan merusak area persawahan karena terendam, bahkan sekarang kedalaman rendaman rob nya sudah mencapai lebih dari 1 meter.
Pada lokasi Bandengan ini hampir setiap tahun rumahnya diuruk, akibatnya atap rumahnya semakin memendek. Pengurugannya berasal dari dana pribadi warga maupun bantuan dari pemerintah.
Pada wilayah utara Bandengan, sejak tahun 2019 telah dibangun Tanggul oleh PUPR untuk menghindari dampak banjir.
(ams)
Lihat Juga :