Gubernur Jabar: Pandemi COVID-19 Ujian Kepemimpinan dan Demokrasi
Selasa, 28 Juli 2020 - 22:28 WIB
loading...
A
A
A
"Karenanya, di bulan ketiga dan keempat, kami menyadari bahwa masalahnya ternyata sama dahsyat, antara darurat kesehatan dan ekonomi," ungkap Kang Emil.
Kang Emil menekankan, setiap pemimpin saat ini wajib memiliki gagasan untuk bangkit dari pandemi COVID-19 sambil tetap mewaspadai penyebarannya.
"Karena kurvanya belum menurun, tapi ekonomi sudah parah. Ibaratnya, para gubenur ini main akrobat, berhati-hati sambil terus berjalan," kata Gubernur.
Kang Emil mengambil contoh Singapura yang kini sudah masuk jurang resesi dimana pertumbuhan ekonominya sudah minus 4 persen. Berkaca pada kondisi tersebut, pihaknya tidak menginginkan Jabar bernasib serupa Singapura.
Namun, imbuh Kang Emil, karena dalam perang melawan Covid-19 musuh yang nyata bukanlah manusia, maka pihaknya tidak bisa menggunakan emosi ataupun kekuatan politik. "Karena musuhnya ini ilmiah, makanya dilawannya harus dengan ilmiah," ujar Kang Emil.
Kang Emil yang mengaku banyak didukung dokter epidemiologi dan ahli ekonomi berkesimpulan, jika warga Jabar menginginkan kehidupan berjalan normal di tengah pandemi COVID-19, maka tidak ada cara lain, selain menggunakan masker.
Hal itu sejalan dengan kajian konsultan ekonomi dunia yang menyatakan bahwa kebijakan lockdown dan menggunakan masker sama-sama dapat menekan persebaran Covid-19. Bedanya lockdown menimbulkan dampak kehancuran di sektor ekonomi.
"Sehingga, saya berkesimpulan, kalau kehidupan kita ingin normal lagi, ekonomi, pendidikan, mari pakai masker karena setara dengan lockdown," tutur dia.
Kang Emil menekankan, setiap pemimpin saat ini wajib memiliki gagasan untuk bangkit dari pandemi COVID-19 sambil tetap mewaspadai penyebarannya.
"Karena kurvanya belum menurun, tapi ekonomi sudah parah. Ibaratnya, para gubenur ini main akrobat, berhati-hati sambil terus berjalan," kata Gubernur.
Kang Emil mengambil contoh Singapura yang kini sudah masuk jurang resesi dimana pertumbuhan ekonominya sudah minus 4 persen. Berkaca pada kondisi tersebut, pihaknya tidak menginginkan Jabar bernasib serupa Singapura.
Namun, imbuh Kang Emil, karena dalam perang melawan Covid-19 musuh yang nyata bukanlah manusia, maka pihaknya tidak bisa menggunakan emosi ataupun kekuatan politik. "Karena musuhnya ini ilmiah, makanya dilawannya harus dengan ilmiah," ujar Kang Emil.
Kang Emil yang mengaku banyak didukung dokter epidemiologi dan ahli ekonomi berkesimpulan, jika warga Jabar menginginkan kehidupan berjalan normal di tengah pandemi COVID-19, maka tidak ada cara lain, selain menggunakan masker.
Hal itu sejalan dengan kajian konsultan ekonomi dunia yang menyatakan bahwa kebijakan lockdown dan menggunakan masker sama-sama dapat menekan persebaran Covid-19. Bedanya lockdown menimbulkan dampak kehancuran di sektor ekonomi.
"Sehingga, saya berkesimpulan, kalau kehidupan kita ingin normal lagi, ekonomi, pendidikan, mari pakai masker karena setara dengan lockdown," tutur dia.
Lihat Juga :