Kisah Raja Majapahit Persunting Gayatri Rajapatni, Perempuan Cantik Setara Cleopatra

Kamis, 27 Juli 2023 - 06:36 WIB
loading...
Kisah Raja Majapahit...
Wajah Gayatri Rajapatni (Kiri) dan Cleopatra (Kanan) hasil AI. Foto/Istimewa
A A A
Raden Wijaya penguasa Kerajaan Majapahit resmi menikahi Gayatri Rajapatni sebagai istri ketiganya. Pernikahan itu digelar usai Raden Wijaya ditahbiskan sebagai raja pertama di Majapahit.

Gayatri sendiri akhirnya sepakat menerima pinangan Raden Wijaya di usianya yang masih 19 tahun. Bahkan, konon disebutkan kecantikannya setara dengan Ratu Alexandria (Mesir) Cleopatra.

Mereka sepakat untuk menikah begitu Wijaya diangkat sebagai Raja Majapahit. Dalam keadaan normal, tentunya kedua orang tua Gayatri akan mencarikan jodoh yang cocok untuknya. Namun, situasi sekarang jauh dari normal.

Baca Juga: Gayatri, Putri Cantik Kerajaan Singasari di Balik Kejayaan Majapahit

Sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni: Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit", Gayatri kini yatim piatu, dan negeri mereka Singasari baru saja hancur-lebur karena perang saudara dan serangan bangsa asing.

Maka, sangat tepat pilihan untuk menerima bentuk pernikahan lain yang masih lumrah; bukan melalui perjodohan, kawin lari, atau main culik, melainkan pernikahan yang didasari pilihan pribadi. Dan keduanya saling suka sama suka.

Bagi Gayatri, suaminya haruslah seseorang yang berasal dari kelas sosial ksatria seperti halnya para leluhurnya, dan juga seorang penguasa yang memiliki kepribadian dan visi yang kuat seperti ayahandanya.

Baca Juga: Kisah Mistis Alas Purwo Dijaga Wanita Cantik Bernama Gayatri

Mpu Triguna, seorang penyair pada masa itu, dengan jitu menyarikan bagaimana kecocokan pasangan dalam perkawinan ditentukan sesuai dengan kasta-kasta yang ada dalam masyarakat Jawa.

Mpu Triguna mencatatkan bagaimana hubungan antara Raden Wijaya dan Gayatri istri ketiganya setelah Tribhuwana dan Dara Petak, yang tak kalah cantik serta berusia masih muda.

”Aku tak perlu bicara tentang perkawinan rakyat jelata karena mereka saling bersanding atas kesepakatan bersama. Ketika yang-kaya menikahi yang-kaya, harta-emas, permata dan perak-pun harus jadi mahar.

”Seorang guru agama harus menikahi gadis brahmana. Namun, bagi seorang penguasa/kasta ksatria, yang harus ditebus adalah keperkasaan dan kemauan untuk bertempur dengan gagah berani.”

Baca Juga: Kisah Penyamaran Putri Gayatri dari Singosari Ketika Ditawan Musuh di Kediri

Di mata Gayatri, tak seorang pun mampu memberikan contoh lebih baik seorang pemimpin yang berani kecuali kekasihnya, Raden Wijaya hingga akhirnya pada 10 November 1293, upacara penasbihan Raden Wijaya sebagai raja diselenggarakan secara sekuler, menyusul upacara penyucian beberapa hari sebelumnya yang digelar secara religius.

Upacara ini menandai kelahiran kerajaan baru Majapahit, yang utamanya terdiri dari negeri Kediri dan Singhasari, serta Pulau Madura, dengan Majapahit sebagai Ibu Kotanya. Raden Wijaya kini menyandang nama resmi kerajaan Kertarajasa Jayawardhana.

Selanjutnya, ia menerbitkan sebuah prasasti yang menjelaskan bahwa nama yang disandangnya secara tak langsung mengacu pada program-program kerajaannya:

Untuk memulihkan dan memajukan negeri yang telah dirusak oleh para pencoleng, untuk menghancurkan musuh dengan trisula (lambang kemenangan Wijaya); serta untuk memperbaiki kehidupan ekonomi dan kehidupan beragama, demi kepentingan seluruh rakyat.

Baca Juga: Kemesraan Raden Wijaya dan Gayatri di Tepian Sungai Usai Rayakan Ulang Tahun

la juga mengumumkan siapa saja bakal menjadi penasihat utamanya dan bagaimana provinsi-provinsi Majapahit akan dikelola. Adapun bagi Gayatri, peristiwa besar dalam hidupnya adalah saat Wijaya menikahinya beberapa minggu setelah naik tahta.

Melihat masalah-masalah yang dihadapi Majapahit, sebetulnya Gayatri sudah puas dengan upacara perkawinan sederhana saja.

Namun, Raden Wijaya memberitahu Gayatri ia akan menggelar pesta perkawinan penuh ‘sebagai penghormatan atas mempelai mudanya yang cantik’.

Ia pun telah menakar keuntungan politik yang akan diperoleh dari mengundang sebanyak-banyaknya rakyat yang lelah berperang, untuk ikut serta dalam perayaan cinta dan keluarga yang diadakan secara besar-besaran.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Pangan Lokal Tergerus...
Pangan Lokal Tergerus Modernisasi, Pakar Dorong Literasi Pangan Nusantara
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Pabrik Karet di Tangerang...
Pabrik Karet di Tangerang Kebakaran Sejak Semalam, Sudah 9 Jam Api Masih Berkobar
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Diserahkan ke Kejaksaan Hari Ini
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved