Lapak Ganjar Dorong Kaum Milenial Kembangkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kamis, 27 Juli 2023 - 00:39 WIB
loading...
A
A
A
Usaha Argotelo tersebut, dirintis oleh Toni Anandya Wicaksono sejak tahun 2016. Yakni saat dia berusia 30 tahun. "Awalnya jualan keliling ke sekolah, pasar, dan bahkan saya bersama istri jualan asongan di bus pariwisata. Modal dan alatnya pinjam dari saudara. Waktu pertama kali, baru produksi 5 kg singkong," ujarnya.
Usaha yang dirintis dengan jatuh bangun tersebut, mulai menemukan jalan terang setelah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mencanangkan program Lapak Ganjar. Sebuah ajang promosi gratis, melalui akun Instagram pribadinya. "Dari Lapak Ganjar, usaha kami mulai banyak dikenal orang dan penjualan kami mulai bertambah," tutur Toni.
Toni juga berkesempatan mendapat pembinaan di Balatkop UMKM Provinsi Jawa Tengah. Mulai dari manajamen, pemasaran, inovasi produk hingga inovasi bisnis. "Kami berterimakasih kepada Pemprov Jateng, dan Pak Ganjar, karena banyak mendampingi. Mulai diajari berinovasi bisnis, berinovasi produk, dan bermanajemen yang baik," kata Toni.
Baca juga: Bakar Semangat Prajurit, Jenderal Bintang 2 Pimpin Langsung Pertempuran Senjata Berat
Bermula dari 5 kg singkong itu, Toni kini mampu mengembangkan menjadi Argotelo Edukasi Wisata yang berkaitan dengan singkong di kampungnya. "Inovasi bisnis itu mampu membuat kami membuka wisata edukasi. Jadi kami punya paket wisata. Kami juga jual merchandise kaos dan lainnya," imbuhnya.
Menurutnya, upaya Ganjar dalam membantu UMKM lokal bukan hanya untuk kesuksesan secara pribadi, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. "Akhirnya kami bisa berkarya dengan banyak orang, dan menghidupkan ekonomi kreatif. Dulu hanya punya sekitar tujuh karyawan, sekarang ada 35 karyawan. Dulu 5 kg singkon, sekarang produksi 1,5 ton per hari," ucap Toni.
Cerita serupa juga dialami Rifani Zuniyanto, peristis usaha Coffe Batang. Saat ini, usahanya berkembang sangat pesat berkat Lapak Ganjar. Menurutnya, ada Ganjar yang selalu memberikan ruang kreatif dan inovatif bagi kalangan milenial. "Awalnya ada Lapak Ganjar, dan kemudian ikut Balatkop Jawa Tengah. Hal itu berperan penting dalam usaha kopi saya ini," tutur Rifani.
Di Pemprov Jawa Tengah, warga Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang itu mengikuti pelatihan secara berjenjang. Di antaranta manajeman pemasaran, dengan memanfaatkan sosial media. "Saya diajari bagaimana beriklan yang efektif di media sosial, dan lain sebagainya," ujar Rifani.
Usaha yang dirintis dengan jatuh bangun tersebut, mulai menemukan jalan terang setelah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mencanangkan program Lapak Ganjar. Sebuah ajang promosi gratis, melalui akun Instagram pribadinya. "Dari Lapak Ganjar, usaha kami mulai banyak dikenal orang dan penjualan kami mulai bertambah," tutur Toni.
Toni juga berkesempatan mendapat pembinaan di Balatkop UMKM Provinsi Jawa Tengah. Mulai dari manajamen, pemasaran, inovasi produk hingga inovasi bisnis. "Kami berterimakasih kepada Pemprov Jateng, dan Pak Ganjar, karena banyak mendampingi. Mulai diajari berinovasi bisnis, berinovasi produk, dan bermanajemen yang baik," kata Toni.
Baca juga: Bakar Semangat Prajurit, Jenderal Bintang 2 Pimpin Langsung Pertempuran Senjata Berat
Bermula dari 5 kg singkong itu, Toni kini mampu mengembangkan menjadi Argotelo Edukasi Wisata yang berkaitan dengan singkong di kampungnya. "Inovasi bisnis itu mampu membuat kami membuka wisata edukasi. Jadi kami punya paket wisata. Kami juga jual merchandise kaos dan lainnya," imbuhnya.
Menurutnya, upaya Ganjar dalam membantu UMKM lokal bukan hanya untuk kesuksesan secara pribadi, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. "Akhirnya kami bisa berkarya dengan banyak orang, dan menghidupkan ekonomi kreatif. Dulu hanya punya sekitar tujuh karyawan, sekarang ada 35 karyawan. Dulu 5 kg singkon, sekarang produksi 1,5 ton per hari," ucap Toni.
Cerita serupa juga dialami Rifani Zuniyanto, peristis usaha Coffe Batang. Saat ini, usahanya berkembang sangat pesat berkat Lapak Ganjar. Menurutnya, ada Ganjar yang selalu memberikan ruang kreatif dan inovatif bagi kalangan milenial. "Awalnya ada Lapak Ganjar, dan kemudian ikut Balatkop Jawa Tengah. Hal itu berperan penting dalam usaha kopi saya ini," tutur Rifani.
Di Pemprov Jawa Tengah, warga Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang itu mengikuti pelatihan secara berjenjang. Di antaranta manajeman pemasaran, dengan memanfaatkan sosial media. "Saya diajari bagaimana beriklan yang efektif di media sosial, dan lain sebagainya," ujar Rifani.
Lihat Juga :