Sejarah Sekolah Gratis SMKN Jateng, Berawal dari Masa Lalu Ganjar Kesulitan Sekolah
Rabu, 26 Juli 2023 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kisah Inspiratif Ganjar Pranowo, Pernah Jual Bensin Eceran saat Masih Muda
Hari ini, total ada 18 SMKN Jateng yang terdiri dari 3 boarding school dan 15 semi boarding school. Adapun 1.837 lulusan terdiri dari 3 SMKN Jateng, yakni SMKN Jawa Tengah Semarang 825 lulusan, SMKN Jawa Tengah Pati 336 lulusan, dan 676 lulusan SMKN Jawa Tengah Purbalingga.
Upaya peningkatan jumlah dan kualitasnya pun masih terus dilakukan Ganjar agar semakin banyak anak kurang mampu yang bisa mendapatkan kesetaraan pendidikan, sekaligus mempercepat penurunan kemiskinan di Jawa Tengah.
”Saya haqul yakin, kalau ini banyak kita catat, maka mereka-mereka ini sedang mengentaskan kemiskinan keluarganya. Mereka menjadi tulang punggung, kalau kita bisa produksi lebih banyak sekolah-sekolah SMKN Jateng semacam ini, dugaan saya mereka yang dari keluarga kurang mampu, akan bisa terentaskan dengan cepat,” kata Ganjar.
Para siswa dan lulusan SMKN Jateng juga tak kalah dalam hal menorehkan prestasi. Terakhir, Ganjar mewisuda 258 lulusan SMKN Jateng pada bulan Mei kemarin. Mereka adalah angkatan ke-7 SMKN Jateng dan sebanyak 70 persen di antaranya langsung diterima kerja, bahkan diterima di perguruan tinggi negeri favorit.
”Saya terharu sebenarnya melihat anak-anak yang semangatnya luar biasa dengan background keluarga yang tidak mampu, tapi pada sisi yang lain ada guru-guru yang luar biasa mendampingi anak-anak atau murid diberikan akses,” tutur Ganjar.
”Saya bangga betul, satu sudah kerja 4 tahun di Jepang, satu jadi Brimob tadi, yang satu kerja di KAI. Yang selalu saya katakan, setelah kamu seperti ini apa yang akan kamu lakukan untuk keluargamu dan kedua orang tuamu,” sambung Ganjar.
Hari ini, total ada 18 SMKN Jateng yang terdiri dari 3 boarding school dan 15 semi boarding school. Adapun 1.837 lulusan terdiri dari 3 SMKN Jateng, yakni SMKN Jawa Tengah Semarang 825 lulusan, SMKN Jawa Tengah Pati 336 lulusan, dan 676 lulusan SMKN Jawa Tengah Purbalingga.
Upaya peningkatan jumlah dan kualitasnya pun masih terus dilakukan Ganjar agar semakin banyak anak kurang mampu yang bisa mendapatkan kesetaraan pendidikan, sekaligus mempercepat penurunan kemiskinan di Jawa Tengah.
”Saya haqul yakin, kalau ini banyak kita catat, maka mereka-mereka ini sedang mengentaskan kemiskinan keluarganya. Mereka menjadi tulang punggung, kalau kita bisa produksi lebih banyak sekolah-sekolah SMKN Jateng semacam ini, dugaan saya mereka yang dari keluarga kurang mampu, akan bisa terentaskan dengan cepat,” kata Ganjar.
Para siswa dan lulusan SMKN Jateng juga tak kalah dalam hal menorehkan prestasi. Terakhir, Ganjar mewisuda 258 lulusan SMKN Jateng pada bulan Mei kemarin. Mereka adalah angkatan ke-7 SMKN Jateng dan sebanyak 70 persen di antaranya langsung diterima kerja, bahkan diterima di perguruan tinggi negeri favorit.
”Saya terharu sebenarnya melihat anak-anak yang semangatnya luar biasa dengan background keluarga yang tidak mampu, tapi pada sisi yang lain ada guru-guru yang luar biasa mendampingi anak-anak atau murid diberikan akses,” tutur Ganjar.
”Saya bangga betul, satu sudah kerja 4 tahun di Jepang, satu jadi Brimob tadi, yang satu kerja di KAI. Yang selalu saya katakan, setelah kamu seperti ini apa yang akan kamu lakukan untuk keluargamu dan kedua orang tuamu,” sambung Ganjar.
(ams)
Lihat Juga :