Hadiri Soropadan Festival 2023, Ganjar: Introduksi Teknologi Kunci Gaet Milenial Tekuni Pertanian
Jum'at, 21 Juli 2023 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cek Bantuan RTLH di Rembang, Ganjar Senang Hasilnya Melebihi Ekspektasi
Oleh karena itu, ketika introduksi teknologi ke dunia pertanian berhasil dilakukan, maka pertanian akan punya daya tarik lebih di mata anak-anak muda. Sebab, dunia milenial dan Gen Z tak bisa dilepaskan dari pesatnya kemajuan teknologi.
"Rumusnya tadi dari penyuluh bagus banget, 'pak teknologi, gak ada yang lain'. Dan memang sudah saatnya percepatan alih daya teknologi pertanian ditingkatkan," ujarnya.
Kata Ganjar, introduksi teknologi dalam pertanian tidak hanya terkait alat dan mesin pertanian (alsintan) saja, tapi sampai dengan seluruh prosesnya. Di antaranya disebutkan, dalam proses on farm saat ini sudah menggunakan sekolah iklim, lalu gunakan teknologi digital untuk pemantauan.
"Kemudian, perpaduan antara irigasi, pupuk, obat, bisa jadi satu. Bahkan dengan pola pertanian green house sangat bisa menarik anak muda untuk bertani, sehingga mereka punya komoditas," ujarnya.
Ganjar juga menyoroti potensi ekonomi hortikultura untuk menarik anak muda milenial dan Gen Z semangat bertani. Sebab, hortikultura tak pernah terpengaruh musim.
"Kita mendekati El Nino ini, masih selalu bertahan. Bahkan, sejumlah komoditas buah-buahan sangat laku di pasaran. Kalau kita arahkan anak muda ke sana, rasa-rasanya akan tertarik," kata dia.
Memang, sambung Ganjar, untuk lebih membuat milenial dan Gen Z tertarik, harus ada stimulan, pelatihan, dan juga pendampingan. Juga ditambah dengan introduksi teknologi digital dalam dunia pertanian.
Oleh karena itu, ketika introduksi teknologi ke dunia pertanian berhasil dilakukan, maka pertanian akan punya daya tarik lebih di mata anak-anak muda. Sebab, dunia milenial dan Gen Z tak bisa dilepaskan dari pesatnya kemajuan teknologi.
"Rumusnya tadi dari penyuluh bagus banget, 'pak teknologi, gak ada yang lain'. Dan memang sudah saatnya percepatan alih daya teknologi pertanian ditingkatkan," ujarnya.
Kata Ganjar, introduksi teknologi dalam pertanian tidak hanya terkait alat dan mesin pertanian (alsintan) saja, tapi sampai dengan seluruh prosesnya. Di antaranya disebutkan, dalam proses on farm saat ini sudah menggunakan sekolah iklim, lalu gunakan teknologi digital untuk pemantauan.
"Kemudian, perpaduan antara irigasi, pupuk, obat, bisa jadi satu. Bahkan dengan pola pertanian green house sangat bisa menarik anak muda untuk bertani, sehingga mereka punya komoditas," ujarnya.
Ganjar juga menyoroti potensi ekonomi hortikultura untuk menarik anak muda milenial dan Gen Z semangat bertani. Sebab, hortikultura tak pernah terpengaruh musim.
"Kita mendekati El Nino ini, masih selalu bertahan. Bahkan, sejumlah komoditas buah-buahan sangat laku di pasaran. Kalau kita arahkan anak muda ke sana, rasa-rasanya akan tertarik," kata dia.
Memang, sambung Ganjar, untuk lebih membuat milenial dan Gen Z tertarik, harus ada stimulan, pelatihan, dan juga pendampingan. Juga ditambah dengan introduksi teknologi digital dalam dunia pertanian.
Lihat Juga :