Apa Itu Malam 1 Suro yang Dianggap Sakral dan Keramat? Ini Pengertian dan Sejarahnya
Selasa, 18 Juli 2023 - 21:24 WIB
loading...
Peringatan malam 1 Suro dilakukan dengan Kirab Kebo Bule di Keraton Solo, Jawa Tengah. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
MALAM 1 Suro bagi masyarakat Jawa dianggap sebagai hari sakral dan keramat. Malam satu Suro jatuh bertepatan dengan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam. Berdasarkan Kalender Jawa, malam 1 Suro tahun ini akan jatuh pada 19 Juli 2023.
Baca juga: Kisah Sultan Agung Mengislamkan Penanggalan Jawa, Tepat 1 Suro dan 1 Muharram
Ada banyak tradisi dan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk memperingati malam satu Suro. Beberapa di antaranya seperti tirakat, selametan, ziarah kubur dan sesaji.
Keistimewaan malam satu Suro adalah kebersamaan dengan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Maka dari itu, nama kalender Jawa pun kemudian disesuaikan dengan nama-nama bulan dalam tahun Hijriyah.
Baca juga: Kenapa Tidak Boleh Keluar saat Malam 1 Suro? Ini Alasannya
Melansir buku 'Adiluhung' terbitan Danista Perdana, perayaan malam satu Suro pada masyarakat Jawa di Surakarta (Solo) dilakukan dengan membawa kebo bule (kerbau putih) dengan cara arakan kirab.
Pengertian Malam Satu Suro
Malam satu Suro merupakan perwujudan akulturasi dalam sistem kalender. Oleh karenanya, pada malam tersebut terdapat tradisi atau kegiatan khusus yang dilaksanakan oleh masyarakat jawa sebagai agenda rutinan setiap tahunnya.Baca juga: Kisah Sultan Agung Mengislamkan Penanggalan Jawa, Tepat 1 Suro dan 1 Muharram
Ada banyak tradisi dan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk memperingati malam satu Suro. Beberapa di antaranya seperti tirakat, selametan, ziarah kubur dan sesaji.
Sejarah Malam Satu Suro
Malam satu Suro merupakan salah satu warisan budaya dari leluhur masyarakat Jawa. Dikutip dari buku 'Sejarah' terbitan Yudhistira, kalender baru itu mulai berlaku pada tanggal 8 Juli 1633 bertepatan dengan 1 Muharram 1403 H.Keistimewaan malam satu Suro adalah kebersamaan dengan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Maka dari itu, nama kalender Jawa pun kemudian disesuaikan dengan nama-nama bulan dalam tahun Hijriyah.
Baca juga: Kenapa Tidak Boleh Keluar saat Malam 1 Suro? Ini Alasannya
Melansir buku 'Adiluhung' terbitan Danista Perdana, perayaan malam satu Suro pada masyarakat Jawa di Surakarta (Solo) dilakukan dengan membawa kebo bule (kerbau putih) dengan cara arakan kirab.
Lihat Juga :