Pelaku dan Korban Mutilasi di Sleman Tergabung di Komunitas dengan Aktivitas Tak Wajar

Selasa, 18 Juli 2023 - 17:26 WIB
loading...
Pelaku dan Korban Mutilasi...
Polda DIY mengungkap kedua pelaku mutilasi, W (29) dan RD (38) dengan korban R saling kenal dan tergabung di komunitas yang melakukan aktivitas tidak wajar. Foto/IG @merapi_uncover
A A A
SLEMAN - Polda DIY mengungap antara korban mutilasi di Sleman berinisial R (20) dengan kedua pelaku, W (29) dan RD (38) saling mengenal. Ketiganya bahkan tergabung dalam satu komunitas yang melakukan aktivitas tidak wajar.

Dirkrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi mengatakan ketiganya tergabung dalam group di media sosial. Di antaranya group di facebook. Dari penyelidikan digital forensik yang polisi lakukan kemudian diketahui percakapan ketiganya termasuk juga aktivitas mereka.

Baca juga: Ini Kekejian Pelaku Mutilasi di Sleman, Potongan Tubuh Korban Dikuliti Dicincang dan Direbus

"Awalnya mereka kenal melalui facebook sekitar 4 bulan yang lalu," terang Endriadi, Selasa (18/7/2023).

Karena akrab, kemudian salah satu pelaku yang ada di Jogja yaitu W mengundang RD untuk datang ke Yogyakarta. Pelaku RD kemudian datang ke Yogyakarta untuk memenuhi undangan tersebut dan juga menemui korban.

Selanjutnya ketiganya kemudian berkumpul di kamar kos tempat W tinggal di Pedukuhan Krapyak, Kalurahan Triharjo, Sleman.

Di dalam kamar itulah kemudian terjadi aktivitas yang tidak wajar antara ketiganya hingga akhirnya mengakibatkan korban W meninggal.

Baca juga: Sadis! Usai R Dibunuh, Korban Mutilasi Sleman Diduga Dimasak dengan Panci Kue

"Mereka itu tergabung dalam komunitas yang melakukan aktivitas 'tidak wajar'," terang Endriadi tanpa merinci aktifitasnya dengan alasan masih mendalami.

Endriadi menambahkan aktivitas tidak wajar itu salah satunya adalah saling melakukan kekerasan satu sama lain.

Namun ternyata aktivitas kekerasan satu sama lain tersebut kebablasan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Karena korban meninggal dunia, membuat kedua pelaku panik. Keduanya kemudian memutuskan untuk memutilasi tubuh korban dengan alasan menghilangkan jejak. Mutilasipun dilakukan selama beberapa jam.

"Di kamar kos korban kami temukan barang bukti ember, talenan, pisau, kompor beserta tabung gasnya dan juga panci," ungkap Dirkrimum Polda DIY.

Wadirkrimum Polda DIY, AKBP Tri Panungko menambahkan Polda DIY meminta maaf atas ketidaknyamanan beberapa pihak atas apa yang mereka sampaikan ke media. Namun apa yang mereka ungkap saat ini adalah berdasarkan penyelidikan yang mereka lakukan.

"Tentunya kami juga melakukan kajian scientific dari para ahli untuk mendalami aktivitas tidak wajar itu," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
13 Potongan Tubuh Ditemukan...
13 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II
Perayaan 1 Dekade, Environesia...
Perayaan 1 Dekade, Environesia Group Gelar Aksi Donor Darah
Pemkot Yogyakarta Lakukan...
Pemkot Yogyakarta Lakukan Sweeping Daycare Pascakasus Kekerasan Anak di Little Aresha
13 Tersangka Kasus Penganiayaan...
13 Tersangka Kasus Penganiayaan Daycare di Jogja, Polda DIY Sebut Bisa Bertambah
Ahli Hukum Nilai Kasus...
Ahli Hukum Nilai Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Tak Bisa Dihukum jika Tidak Ada Mens Rea
Kolaborasi Pembangunan...
Kolaborasi Pembangunan Mapolda DIY, Kapolri Instruksikan Beri Pelayanan Optimal
Ditangkap Imigrasi,...
Ditangkap Imigrasi, WNA Asal Portugal Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan dan Mutilasi
Kejari Sleman Minta...
Kejari Sleman Minta Maaf dan Siap Hentikan Perkara Hogi Minaya
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved