Penyerapan Baju Hazmat di Kementerian Tak Optimal, Nasib Buruh Memprihatinkan

Senin, 27 Juli 2020 - 14:54 WIB
loading...
Penyerapan Baju Hazmat...
Pembayaran gaji buruh akibat tersendatnya penyerapan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan berdampak pada kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan para buruh. (Foto/SINDOnews/Dok)
A A A
BOGOR - Pembayaran gaji buruh akibat tersendatnya penyerapan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan berdampak pada kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan para buruh.

Ketua Buruh PT GA Indonesia, Sri Rezeki mengatakan perusahaan tempat dia bekerja yang memproduksi baju hazmat kini mengalami masalah finansial akibat penyerapan produksi baju hazmat oleh Kementerian Kesehatan yang tidak berjalan dengan baik. (BACA JUGA: 12 Dosen Positif COVID-19, Kampus USU Di-Lockdown)

“Tempat atau perusahaan kami bekerja sudah maksimal memproduksi baju hazmat dengan bekerja 3 shift selama 24 jam sesuai dengan kebutuhan. Tapi kami mendengar penyerapan di kementerian ada yang tidak optimal. Tentunya ini berdampak pada perusahaan yang ujungnya juga kepada kami para buruh,” ujar Sri Rezeki dalam keterangan tertulisnya di Bogor, Senin (27/7/2020).

Sri menyebutkan, di awal-awal pengerjaan baju hazmat banyak pekerjaan dan lancar. Namun anehnya, belum sampai memenuhi target, pihaknya mendengar ada kabar penghentian pembelian. (BACA JUGA: Singapura Siap Uji Coba Vaksin COVID-19 Pada Manusia Pekan Ini)

“Harusnya setiap hari pengiriman baju hazmat. Tapi sudah tiga bulan ini tidak ada lagi pengiriman. Malah sampai ada stok 2 juta set baju hazmat di gudang, namun tidak ada pengiriman sejak awal Mei 2020,” tuturnya.

Karena barang menumpuk dan pembelian tidak jelas dari Kementerian Kesehatan, Sri khawatir pabrik melakukan keputusan merumahkan puluhan ribu karyawan karena tidak ada kegiatan produksi akibat masih menumpuknya baju hazmat di gudang. (BACA JUGA: Komandan OPM Blakblakan Beli Senjata dari Oknum TNI)

“Itu makanya gaji buruh sudah tertunda dan bulan ini pasti tertunda lagi. Karena pengiriman dari perusahaan ke kementerian tidak ada kejelasan. Buruh juga butuh kepastian karena ini urusan perut manusia. Kita semua punya keluarga yang wajib dinafkahi. Kalau kondisinya terus begini, saya khawatir para buruh akan melakukan aksi demo karena sulit mencari pekerjaan lain di masa sulit,” tutupnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral, 4 Maling Pakai...
Viral, 4 Maling Pakai Baju Hazmat Bobol Toko Kelontong di Pematangsiantar
Tingkatkan Ekonomi Keluarga...
Tingkatkan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi, SIG Libatkan 30 Ibu RT Menjahit 1.400 Baju Hazmat
Gegara Hazmat, Pemakam...
Gegara Hazmat, Pemakam Jenazah Pasien COVID Ini 3 Hari Tak Pulang
APD Hazmat Tersisa 41...
APD Hazmat Tersisa 41 Potong, Logistik COVID-19 di Kota Bandung Menipis
DPD REI Jatim Sumbang...
DPD REI Jatim Sumbang Ribuan Masker dan Hazmat untuk Pemprov
Parah, APD Bekas Pemakaman...
Parah, APD Bekas Pemakaman Jenazah COVID-19 Berserakan di TPU
Kenakan Hazmat Lengkap,...
Kenakan Hazmat Lengkap, Relawan Covid-19 Gelar Upacara Peringatan HUT RI
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Medical Bed dan Hazmat untuk RSPJ Ekstensi Covid-19 Arafah Asrama Haji
Begini Perjuangan KPPS...
Begini Perjuangan KPPS Layani Warga Terpapar Covid-19 di Depok
Rekomendasi
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Berita Terkini
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved