Macet dan Banjir Hantui Kota Malang, Begini Respons Ketua DPP Partai Perindo
Minggu, 25 Juni 2023 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
"Orang yang rekreasi di Malang raya, stay di Malang, syaratnya tidak boleh banjir, tidak boleh macet, kalau di sana penuh, orang mau ke Malang males, maka perlu dicarikan solusi yang konkret," tuturnya.
Menurut pria yang maju sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) dari partai politik yang ditetapkan oleh KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 ini perlu ada roadmap besar yang tersusun. Apalagi selain di Kota Malang, banjir dan tanah longsor juga kerap terjadi di Kota Batu. Hal ini yang perlu dicari akar masalah inti, tidak hanya sekedar membangun sarana prasarana pendukung.
"Ngatasi banjiir lebih mudah, dari ngatasi macet, ngatasi banjir bisa dasarnya data, harus dilihat apa yang menyebabkan macet roadmap-nya apa. Akar masalahnya apa, bedanya apa," ungkap Christ, sapaan akrabnya.
Akademisi Universitas Brawijaya Prof. Muhammad Bisri menyampaikan, permasalahan macet dan banjir yang terjadi di Kota Malang perlu diselesaikan tidak hanya di tingkat kota saja, tetapi perlu kebijakan hingga tingkat pemerintah pusat, misalnya dengan penyediaan transportasi umum yang memadai. Maka ia mengapresiasi bila ada para caleg yang mau bicara mengenai persoalan macet dan banjir di Kota Malang.
"Problem Malang banjir dan macet, saya belum pernah mendengar teman-teman legislatif wakil Malang itu bicara mengenai hal itu (banjir dan macet) di Malang. Dari beberapa hal itu seharusnya muatan-muatan yang malang yang perlu digali lebih dalam (untuk dijadikan sebuah kebijakan)," ucap Bisri, yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Brawijaya ini.
Menurut pria yang maju sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) dari partai politik yang ditetapkan oleh KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 ini perlu ada roadmap besar yang tersusun. Apalagi selain di Kota Malang, banjir dan tanah longsor juga kerap terjadi di Kota Batu. Hal ini yang perlu dicari akar masalah inti, tidak hanya sekedar membangun sarana prasarana pendukung.
"Ngatasi banjiir lebih mudah, dari ngatasi macet, ngatasi banjir bisa dasarnya data, harus dilihat apa yang menyebabkan macet roadmap-nya apa. Akar masalahnya apa, bedanya apa," ungkap Christ, sapaan akrabnya.
Akademisi Universitas Brawijaya Prof. Muhammad Bisri menyampaikan, permasalahan macet dan banjir yang terjadi di Kota Malang perlu diselesaikan tidak hanya di tingkat kota saja, tetapi perlu kebijakan hingga tingkat pemerintah pusat, misalnya dengan penyediaan transportasi umum yang memadai. Maka ia mengapresiasi bila ada para caleg yang mau bicara mengenai persoalan macet dan banjir di Kota Malang.
"Problem Malang banjir dan macet, saya belum pernah mendengar teman-teman legislatif wakil Malang itu bicara mengenai hal itu (banjir dan macet) di Malang. Dari beberapa hal itu seharusnya muatan-muatan yang malang yang perlu digali lebih dalam (untuk dijadikan sebuah kebijakan)," ucap Bisri, yang juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Brawijaya ini.
(msd)
Lihat Juga :