Gempa Tremor Masih Terdeteksi dari Perut Gunung Karangetang
Kamis, 22 Juni 2023 - 14:09 WIB
loading...
Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih berstatus siaga level III. Foto/Dok. magma.vsi.esdm.go.id
A
A
A
SITARO - Gempa tremor yang menandai adanya pergerakan magma dari perut bumi ke permukaan, masih terdeteksi terjadi di perut Gunung Karangetang. Hingga kini, gunung api di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih berstatus siaga level III.
Baca juga: Muncul Asap Putih di Kawah Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspadai Luncuran Lava
Dilansir dari magma.vsi.esdm.go.id, selama periode pukul 06.00-12.00 Wita, Kamis (22/6/2023), tercatat Gunung Karangetang mengalami satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,25-1 mm, dominan 0,25 mm.
Gunung Karangetang yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, juga masih teramati mengeluarkan asap putih dari kawah utama, dengan ketinggian 50-75 meter dari puncak.
Baca juga: Mencekam! Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang Siagakan Santri dan Pegawai Hadapi Kedatangan Pendemo
Dalam laporan tertulis petugas pengamatan Gunung Api Karangetang, Aditya Gurasali yang diunggah di situs magma.vsi.esdm.go.id. Sepanjang enam jam, terjadi 18 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-8 mm, dan lama gempa 36-64 detik.
Baca juga: Muncul Asap Putih di Kawah Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspadai Luncuran Lava
Dilansir dari magma.vsi.esdm.go.id, selama periode pukul 06.00-12.00 Wita, Kamis (22/6/2023), tercatat Gunung Karangetang mengalami satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,25-1 mm, dominan 0,25 mm.
Gunung Karangetang yang memiliki ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, juga masih teramati mengeluarkan asap putih dari kawah utama, dengan ketinggian 50-75 meter dari puncak.
Baca juga: Mencekam! Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang Siagakan Santri dan Pegawai Hadapi Kedatangan Pendemo
Dalam laporan tertulis petugas pengamatan Gunung Api Karangetang, Aditya Gurasali yang diunggah di situs magma.vsi.esdm.go.id. Sepanjang enam jam, terjadi 18 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-8 mm, dan lama gempa 36-64 detik.
Lihat Juga :