Mengenal Sejarah dan Asal-usul Nama Bantul, Kabupaten Berjuluk Kota Geplak

Selasa, 20 Juni 2023 - 11:32 WIB
loading...
Mengenal Sejarah dan...
Sejarah dan asal-usul nama Bantul menjadi pembahasan yang menarik diulas. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Sejarah dan asal-usul nama Bantul menjadi pembahasan yang menarik diulas. Pada statusnya, Bantul merupakan sebuah kabupaten yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada julukannya, sejumlah istilah tersemat untuk Kabupaten Bantul. Salah satunya adalah ‘Kota Geplak’ yang didasarkan atas kuliner legendaris Bantul bernama Geplak. Selain itu, ada juga julukan lain seperti Sahara van Java dengan objek wisata populer bernama Gumuk Pasir Parangkusumo.

Baca juga: Asal-usul dan Sejarah Keberadaan Kabupaten Klaten di Jawa Tengah

Melihat letaknya, Kabupaten Bantul berbatasan dengan sejumlah daerah lain. Berikut di antaranya:

-Utara : Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman
-Selatan : Samudera Indonesia
-Timur : Kabupaten Gunung Kidul
-Barat : Kabupaten Kulon Progo

Pada riwayatnya, Bantul memiliki sejarah panjang yang beragam. Bahkan, tak jarang daerah tidak bisa dilepaskan dari kisah kepahlawanan para tokoh di tanah Jawa.

Sejarah Keberadaan Kabupaten Bantul

Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan dari tokoh-tokoh terkenal di Tanah Air. Tak hanya itu, wilayahnya juga menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika ingin merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Bantul, sejarah awal Bantul bermula dari perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah dengan bermarkas di Selarong sejak 1825-1830.

Ketika Belanda berhasil meredam perjuangan Pangeran Diponegoro, pemerintah Hindia Belanda membentuk komisi khusus untuk menangani daerah Vorstenlanden. Salah satu tugasnya adalah menangani pemerintahan daerah Mataram, Pajang, Sokawati, dan Gunung Kidul.

Pada 26 dan 31 Maret 1831, Hindia Belanda dan Kasultanan Yogyakarta melakukan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah. Berdasarkan perjanjian dalam kontrak tersebut, Kasultanan Yogyakarta akan dibagi menjadi tiga kabupaten, yakni Bantulkarang, Denggung, dan Kalasan.

Menyikapi pembagian wilayah tersebut, pada 20 Juli 1831 secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya disebut Bantulkarang. Sebagai pimpinan, seorang Nayaka Kasultanan Yogyakarta bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono V untuk menjadi bupati pertama.

Pasca kejadian bersejarah tersebut, setiap tanggal 20 Juli selalu diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bantul. Tak hanya itu, 20 Juli juga menjadi simbol kepahlawanan masyarakat Bantul mengingat Perang Diponegoro yang berkobar pada 20 Juli 1825.

Baca juga: Asal Usul dan Sejarah Penyematan Nama Mojokerto, Daerah Hasil Perebutan 2 Kesultanan

Asal-usul Nama Bantul

Salah satu versi populer dari asal-usul nama Bantul adalah dari kisah Ki Ageng Mangir Wanabaya dan Panembahan Senopati. Singkatnya, kedua tokoh tersebut dulunya saling bermusuhan.

Di luar kondisi tersebut, Ki Ageng Mangir Wanabaya akan memperistri atau menikahi anak dari Panembahan Senopati, yaitu Putri Pambayun. Sebelum pernikahan, Wanabaya melakukan perjalanan ke wilayah Kotagede sebagai prosesi seserahan kepada Panembahan Senopati.

Saat perjalanan ini, barang seserahan yang dipikul para emban terlihat bergerak naik turun atau mentul mentul dalam bahasa Jawa. Hal inilah yang kemudian membuat daerah yang dilewati oleh Wanabaya tersebut diberi nama Bantul.

Demikian ulasan mengenai sejarah dan asal-usul nama Kabupaten Bantul.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Kolaborasi MNC Peduli...
Kolaborasi MNC Peduli - Next Hotel Yogyakarta Tanam Mangrove di Pantai Baros Dukung Kelestarian Ekosistem Pesisir
MNC Peduli Bersama Next...
MNC Peduli Bersama Next Hotel Yogyakarta Tanam 100 Mangrove di Pantai Baros Bantul
Sesalkan Pembubaran...
Sesalkan Pembubaran Ibadah GMS Bantul, Kemenag Minta Polda DIY Tangkap Pelaku
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Rekomendasi
Telur Ceplok atau Dadar,...
Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
Bulan Baik untuk Menikah...
Bulan Baik untuk Menikah Menurut Islam, Ini Dalil dan Bulan yang Paling Dianjurkan
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Berita Terkini
Rano Karno: Jakarta...
Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Tempat Masyarakat Bebas Berdiskusi Tanpa Rasa Takut
Pria Tewas dengan Luka...
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri
Kolaborasi Seni Kontemporer...
Kolaborasi Seni Kontemporer dan Industri Kreatif Lahirkan Karya Artistik
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Gelar Sekolah Politik,...
Gelar Sekolah Politik, Partai Perindo Perkuat Fondasi Kaderisasi Menuju Pemilu di Kabupaten Bogor
Infografis
7 Masjid Tua di Jakarta...
7 Masjid Tua di Jakarta yang Ikonik dan Sarat Sejarah Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved