Intensitas El Nino Meningkat, BMKG Ingatkan Kekeringan Terjadi hingga Oktober
Selasa, 20 Juni 2023 - 10:16 WIB
loading...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ENSO (El Nino Southern Oscillation) mulai menunjukkan kenaikan intensitas El Nino Lemah menuju El Nino Moderat. Foto ilustrasi
A
A
A
JOGJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) menyebut ENSO (El Nino Southern Oscillation) mulai menunjukkan kenaikan intensitas El Nino Lemah menuju El Nino Moderat. Hal tersebut sesuai dengan prakirakaan pada bulan Februari 2023 yang lalu.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengatakan, saat ini mulai terlihat kenaikan intensitas El Nino Lemah menjadi moderat dengan nilai indeks sebesar 0.99. Ini menunjukkan mulai terjadi gangguan iklim dari Samudera Pasifik. Baca juga: 51% Wilayah Indonesia Memasuki Musim Kemarau, Ini Rinciannya
"Fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2023,"ungkap Warjono, Selasa (20/6/2023).
Berdasarkan catatan iklim masa lalu, lanjut dia, secara umum El Nino akan mengakibatkan iklim lebih kering di Indonesia, terutama pada periode bulan Juni hingga Oktober 2023.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono mengatakan, saat ini mulai terlihat kenaikan intensitas El Nino Lemah menjadi moderat dengan nilai indeks sebesar 0.99. Ini menunjukkan mulai terjadi gangguan iklim dari Samudera Pasifik. Baca juga: 51% Wilayah Indonesia Memasuki Musim Kemarau, Ini Rinciannya
"Fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung setidaknya hingga akhir tahun 2023,"ungkap Warjono, Selasa (20/6/2023).
Berdasarkan catatan iklim masa lalu, lanjut dia, secara umum El Nino akan mengakibatkan iklim lebih kering di Indonesia, terutama pada periode bulan Juni hingga Oktober 2023.
Lihat Juga :