Tukang Bubur Ditipu Perwira Polisi dan ASN Mabes Polri

Senin, 19 Juni 2023 - 02:35 WIB
loading...
Tukang Bubur Ditipu...
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu saat memberikan keterangan terkait dugaan penipuan penerimaan anggota polisi. Foto/MPI/Abdul Rohman
A A A
CIREBON - Seorang perwira polisi berinisial AKP SW, bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial N, ditetapkan sebagai tersangka penipuan penerimaan calon bintara Polri. Korban aksi penipuan kedua tersangka, adalah seorang tukang bubur ayam.

Baca juga: Si Kembar Penipu iPhone Pre-Order Rp35 Miliar Sembunyi di Bali, Polda Siap Tangkap

Akibat aksi penipuan yang dilakukan AKP SW dan N tersebut, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Kasus penipuan seleksi masuk polisi ini, tengah ditangani Satreskrim Polres Cirebon Kota.



Kasus penipuan masuk anggota polisi ini, berawal saat korban yang diketahui bernama Wahidin, didatangi AKP SW dan menjanjikan dapat memasukkan anak Wahidin menjadi anggota polisi, dengan imbalan uang sebesar Rp350 juta. Namun, saat tes kesehatan di Bandung, anak korban tidak lulus.

Baca juga: Air Mata Ratusan Keluarga Korban KM Sinar Bangun Tertumpah di Danau Toba

Merasa tertipu, karena sudah memberikan uang ratusan juta rupiah, korban mendatangi Polsek Mundu, untuk menagih janji AKP SW dan meminta uang yang sudah disetrokannya dikembalikan.

"Kasus penipuan ini sempat kami laporkan ke Polsek Mundu, tapi tidak diproses. Sehingga kami laporkan ke Propam Polres Cirebon Kota, dan langsung diproses oleh penyidik," kata kuasa hukum korban, Eka Surya Atmaja.

Eka juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Polres Cirebon Kota, dan Polresta Cirebon, yang telah memproses kasus penipuan tersebut, hingga menetapkan dua tersangka. "Kami sangat apresiasi kinerja Polres Cirebon Kota, dan Polresta Cirebon, yang telah memproses kasus penipuan ini," tegasnya.

Baca juga: Selingkuh dengan Istri Orang, Pria Sumenep Tewas Penuh Luka Bacok

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu mengatakan, telah menetapkan oknum anggota polisi dan ASN sebagai tersangka dugaan penipuan rekrutmen anggota Polri. "Kami juga masih melakukan pendalaman, untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat," tegasnya.

Lebih lanjut Ariek menjelaskan, kasus penipuan yang dialami oleh seorang tukang bubur itu, bermula saat anak korban berminat masuk menjadi anggota polisi pada tahun 2021. Kemudian dijanjikan oleh AKP SW bisa lolos seleksi, dengan menyediakan sejumlah uang.

"Tersangka anggota Polri ini, merupakan tetangga korban. Korban yang menginginkan anaknya bisa menjadi polisi, kemudian dikenalkan oleh AKP SW kepada tersangka ASN berinisial N," terang Ariek.

Baca juga: 7 Fakta Nyimas Utari, Agen Rahasia Mataram yang Sukses Penggal Kepala Gubernur Jenderal VOC

Penanganan kasus penipuan ini sempat mengalami kendala, karena korban melaporkannya ke Polsek Mundu, dan saat itu tersangka AKP SW menjabat sebagai Kapolsek Mundu. Ariek mengungkapkan, kasus penipuan tersebut akhirnya ditangani Satreskrim Polres Cirebon Kota, pada September 2022.

"Satu tahun kasus penipuan ini tidak diproses di Polsek Mundu. Kemudian pada bulan September 2022 kami tarik. Tiga kali kami panggil, tetapi tersangka mangkir. Pada pemanggilan ke empat, kami langsung melakukan pencarian dan membawa tersangka ke Polres Cirebon Kota," ungkap Ariek.

Hingga kini penyidik Satreskrim Polres Cirebon Kota, masih melakukan pendalaman terkait peran kedua tersangka dalam kasus penipuan tersebut. "Saat ini kami masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, terkait peranan kedua tersangka tersebut," katanya.

Dia menegaskan, Polres Cirebon Kota tidak mentolerir adanya penipuan penerimaan calon anggota polisi tersebut. "Atensi Kapolri, tidak mentolerir bagi oknum Polri yang melakukan penipuan dengan modus menjanjikan mampu meloloskan calon bintara Polri dengan meminta sejumlah uang,," pungkas Ariek.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Polisi Ungkap Modus...
Polisi Ungkap Modus Pasutri Pemilik WO Marwah: Gali Lubang Tutup Lubang
Jadi Tersangka, Bos...
Jadi Tersangka, Bos WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin Ditahan
Polisi Ringkus Owner...
Polisi Ringkus Owner WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin hingga Rp2,6 Miliar
4 Kombes Pol Dipindah...
4 Kombes Pol Dipindah ke Polda Metro Jaya usai Mutasi Mei 2026, Ini Nama-namanya
Kompolnas: Wajar Polda...
Kompolnas: Wajar Polda Metro Dijabat Komjen Pol, tapi Pelayanan Harus Ditingkatkan
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Rekomendasi
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved