alexametrics

Banjir Menerjang Membuat Jembatan Kosio Ambles, Warga Disarankan Cari Jalan Alternatif

loading...
Banjir Menerjang Membuat Jembatan Kosio Ambles, Warga Disarankan Cari Jalan Alternatif
Jalan utama penghubung Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Bolsel saat ini putus total akibat amblasnya oprit jembatan tepatnya Jalan AKD Desa Kosio - Kecamatan Dumoga Tengah.foto/ist
A+ A-
MANADO - Kondisi kerusakan parah yang menimpa jembatan Kosio di Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) membuat warga yang hendak menuju Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) atau sebaliknya terpaksa mengambil jalur alternatif.

Warga harus menempuh waktu yang cukup lama untuk melalui Jalur alternatif ruas Jalan Matali Baru – Torosik.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bolaang Mongondow, Abdul Muin Paputungan menyarankan agar mengambil jalur alternatif lewat ruas Jalan Matali Baru - Torosik.(BACA JUGA: Yodi Prabowo Pernah ke Dokter Kulit dan Penyakit Kelamin di RSCM, Ada Apa?)

Jalan utama penghubung Kabupaten Bolmong dan Kabupaten Bolsel saat ini putus total akibat amblesnya oprit jembatan, tepatnya di Jalan AKD Desa Kosio - Kecamatan Dumoga Tengah.

“Upaya yang sudah dilakukan saat ini, BPBD Bolmong sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional Wilayah Sulut untuk tindak lanjut penanganan,”jelasnya, Sabtu (25/7/2020). Meski demikian warga diminta berhati-hati mengingat wilayah Dumoga saat ini mulai di kepung banjir.(BACA JUGA: Gurihnya Soto Tunjang Palembang Cocok untuk Makan Siang)

“Untuk jalur alternatif ruas Jalan Matali Baru - Torosik perlu ekstra waspada karena jalan ini rawan terjadi longsor tepatnya pada Km 8 - Km 22,”ujar Muin mengingatkan.

Menurut Muin, BPBD Bolmong saat ini terus mobile memantau semua akses jalan yang menghubungkan antar daerah. Begitu pula saat ini Balai Jalan Sudah bersama-sama dengan Tim BPBD Bolmong di TKP untuk tindak lanjut penanganan kerusakan tersebut.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak