Pemkot Dorong Penanganan Stunting Lewat Dana Kelurahan
Sabtu, 25 Juli 2020 - 07:00 WIB
loading...
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Hadija Iriani meminta agar dana kelurahan bisa digunakan untuk pengentasan penurunan angka stunting di tingkat kelurahan. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Angka stunting di Kota Makassar masih mencapai 5,14%. Meski di bawah angka nasional, namun persoalan stunting tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Baca : Dinkes Sulsel Optimistis Tekan Kasus Stunting di Tengah Pandemi COVID-19
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Hadija Iriani meminta agar dana kelurahan bisa digunakan untuk pengentasan penurunan angka stunting di tingkat kelurahan.
Iriani menyebut ada sekitar 80 dari 153 kelurahan di Kota Makassar yang memiliki jumlah stunting cukup banyak. Perlu penanganan maksimal untuk bisa menekan angka stunting. Baca Juga : Dana Kelurahan di Makassar Diminta Segera Dicairkan
Salah satunya dengan memberikan edukasi ke masyarakat terkait pentingnya asupan gizi sejak anak masih berada di dalam kandungan. Sehingga penting untuk mengedukasi ibu hamil sejak dini. "Saya berharap melalui dana kelurahan edukasi mengenai nol bulan dalam kandungan sampai anak itu berusia dua tahun intervensi gizi itu harus terus dilakukan," kata Iriani, kemarin.
Menurut Iriani, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada kesehatan. Perlu didukung kelayakan infrastruktur. Khususnya sanitasi dan air bersih. "Kalau gizi kurang pasti anak-anak sering sakit dan kalau itu terjadi pertumbuhannya pasti terganggu," ujar Iriani.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Hadija Iriani meminta agar dana kelurahan bisa digunakan untuk pengentasan penurunan angka stunting di tingkat kelurahan.
Iriani menyebut ada sekitar 80 dari 153 kelurahan di Kota Makassar yang memiliki jumlah stunting cukup banyak. Perlu penanganan maksimal untuk bisa menekan angka stunting. Baca Juga : Dana Kelurahan di Makassar Diminta Segera Dicairkan
Salah satunya dengan memberikan edukasi ke masyarakat terkait pentingnya asupan gizi sejak anak masih berada di dalam kandungan. Sehingga penting untuk mengedukasi ibu hamil sejak dini. "Saya berharap melalui dana kelurahan edukasi mengenai nol bulan dalam kandungan sampai anak itu berusia dua tahun intervensi gizi itu harus terus dilakukan," kata Iriani, kemarin.
Menurut Iriani, penanganan stunting tidak hanya berfokus pada kesehatan. Perlu didukung kelayakan infrastruktur. Khususnya sanitasi dan air bersih. "Kalau gizi kurang pasti anak-anak sering sakit dan kalau itu terjadi pertumbuhannya pasti terganggu," ujar Iriani.
Lihat Juga :