Kekalahan Pasukan Madiun Sekutu Belanda Berperang Melawan Panglima Muda Ipar Pangeran Diponegoro
Rabu, 07 Juni 2023 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Raden Tumenggung Sosrodilogo sendiri melakukan perlawanan ke Belanda di Jipang Rajekwesi yang kini bernama Bojonegoro dan Rembang sepanjang Desember 1827-Maret 1828. Dengan demikian, dari sisi militer, terdapat hubungan yang erat antara kampanye pasisir Sosrodilogo dan Madiun Raya.
Sayangnya, saat terjadi pertempuran ini Bupati Madiun Prawirodiningrat membuktikan dirinya sebagai komandan yang tidak kompeten dan pengecut. Dia tampaknya telah mundur duluan ketika diperintahkan untuk menghadapi pasukan Sosrodilogo pada 11 Desember 1827 di antara Panolan (Cepu) dan Padangan, yang kini masuk wilayah Bojonegoro.
Baca: Pertarungan Sengit Santri KH Hasyim Asy'ari Melawan Pendekar Sakti dari Lokalisasi Kebo Ireng.
Dia melarikan diri sebelum tembakan dilepaskan dan pasukan kavaleri Madiunnya dikalahkan. Konon tingkah laku sang bupati ini disebut tidak sesuai dengan laporan Belanda. Apalagi saat itu pasukan Madiun raya menghadapi pasukan Sosrodilogo sebagai pemimpin yang berusia masih muda yakni 23 tahun.
Sosrodilogo konon sama sekali tidak memiliki kemampuan bertarung dan semangat bela diri dari ayahnya, Raden Ronggo Prawirodirjo III, yang memilih mati dalam pertempuran daripada menyerahkan diri kepada Marsekal Daendels.
Sayangnya, saat terjadi pertempuran ini Bupati Madiun Prawirodiningrat membuktikan dirinya sebagai komandan yang tidak kompeten dan pengecut. Dia tampaknya telah mundur duluan ketika diperintahkan untuk menghadapi pasukan Sosrodilogo pada 11 Desember 1827 di antara Panolan (Cepu) dan Padangan, yang kini masuk wilayah Bojonegoro.
Baca: Pertarungan Sengit Santri KH Hasyim Asy'ari Melawan Pendekar Sakti dari Lokalisasi Kebo Ireng.
Dia melarikan diri sebelum tembakan dilepaskan dan pasukan kavaleri Madiunnya dikalahkan. Konon tingkah laku sang bupati ini disebut tidak sesuai dengan laporan Belanda. Apalagi saat itu pasukan Madiun raya menghadapi pasukan Sosrodilogo sebagai pemimpin yang berusia masih muda yakni 23 tahun.
Sosrodilogo konon sama sekali tidak memiliki kemampuan bertarung dan semangat bela diri dari ayahnya, Raden Ronggo Prawirodirjo III, yang memilih mati dalam pertempuran daripada menyerahkan diri kepada Marsekal Daendels.
(nag)
Lihat Juga :