Kisah Gajah Mada, Miliki Peran Penting pada Kekuasaan 3 Raja Majapahit hingga Disegani di Mancanegara

Senin, 05 Juni 2023 - 07:55 WIB
loading...
Kisah Gajah Mada, Miliki...
Sketsa wajah Gajah Mada yang didasari dari gambaran lama oleh M. Yamin. Foto/Wikipedia
A A A
Didirikan oleh Raden Wijaya, di Hutan Tarik usai runtuhnya Kerajaan Singasari akibat serangan mematikan Jayakatwang. Kerajaan Majapahit bermetamorfosa menjadi kerajaan besar yang mampu menyatukan Nusantara, hingga disegani di seluruh mancanegara.

Baca juga: Gagah! Begini Sosok Gajah Mada Sang Pemersatu Nusantara Hasil Pencitraan Artificial Intelligence

Kejayaan Kerajaan Majapahit tersebut, tidak bisa lepas dari peran Mahapatih Gajah Mada. Bahkan, keberadaan Gajah Mada ini menjadi sosok sentral, pada kekuasaan tiga raja yang pernah memimpin Majapahit.



Gajah Mada mulai menonjol perannya, saat memimpin pasukan Bhayangkara menumpas berbagai pemberontakan di dalam Kerajaan Majapahit, hingga dipercaya oleh raja ketiga Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi.

Baca juga: Bikin Yogyakarta Mencekam! Begini Kronologi Bentrokan Pesilat PSHT dengan Brajamusti

Bukan berasal dari bangsawan, maupun kasta atas di struktur sosial masyarakat Majapahit, namun Gajah Mada memiliki kecerdasan yang luar biasa, sehingga mampu mengantarkannya menjadi pejabat penting sejak Jayanegara bertakhta.

Gajah Mada memulai kariernya di Majapahit, benar-benar dari bawah. Yakni sebagai prajurit, yang kemudian diangkat sebagai bekel atau komandan sepasukan prajurit. Pasukan Bhayangkara yang dipimpin Gajah Mada, memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan raja.

Perlahan kecerdasan, kecermatan, dan strategi yang dilakukannya membuatnya dipercaya mengemban jabatan yang lebih tinggi. Hingga akhirnya ketika Tribhuwana Tunggadewi menjabat sebagai raja, ia dilantik menjadi patih. Patih merupakan jabatan yang saat ini mungkin setara perdana menteri.

Baca juga: Menguak Misteri Pangeran Pajajaran di Situs Cagar Alam Batu Kalde

Slamet Muljana dalam karya ilmiahnya yang berjudul "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", tak ragu menyebut Kerajaan Majapahit tanpa Gajah Mada bukanlah menjadi sebuah kerajaan besar.

Ketika masa Tribhuwana Tunggadewi memimpin Majapahit, dan mengangkat Gajah Mada sebagai patih, di saat itulah Gajah Mada mengucapkan satu sumpah yang dikenal Sumpah Palapa. Sumpah penyatuan nusantara dalam suatu politik, atau wilayah di bawah Majapahit.

Sesudah Tribhuwana Tunggadewi bertakhta, sang anak yang juga raja muda bernama Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja. Hayam Wuruk tidak hanya mewarisi takhta dan wilayah kerajaan, tetapi juga alat-alat pemerintahan.

Baca juga: Carok Berdarah Pecah di Tanah Merah Bangkalan, Brimob Polda Jatim Disiagakan

Sang Panca ri Wilwatikta tetap dipimpin oleh Patih Gajah Mada, pencetus dan pelaksana program politik nusantara, sehingga Gajah Mada dapat meneruskan pelaksanaan program politik nusantaranya.

Penundukan kepulauan di sebelah barat dan utara Pulau Jawa, dilakukan zaman pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. Penundukan Kepulauan Nusantara bagian timur, kecuali Pulau Bali, dilakukan pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk Sri Rajasanagara.

Ekspedisi militer ke nusantara bagian timur dimulai pada tahun 1357 dengan penundukan Dompo, di Pulau Bima, oleh tentara Majapahit di bawah pimpinan Mpu Nala. Dompo dijadikan pangkalan tentara Majapahit, untuk bergerak menundukkan pulau-pulau lainnya di bagian timur.

Baca juga: Kisah Pemerintah Belanda Beri Upeti Mewah dan Langka ke Sultan Amangkurat I usai Perang Batavia

Pelaksanaan ekspedisi militer di bagian timur berhasil gilang-gemilang. Banyak pulau-pulau di bagian timur kemudian masuk dalam wilayah Majapahit, di antaranya ialah Maluku, Banggawi, Buru, Gurun, Seram, Gunung Api. Sumba, Flores, Banda, Timor dan Wanin di pantai barat Irian Jaya.

Hampir segenap kepulauan Nusantara bagian timur, dimasukkan ke dalam wilayah Majapahit pada zaman pemerintahan Dyah Hayam Wuruk Sri Rajanasanagara. Masyhurlah karenanya nama Majapahit.

Majapahit menjadi kerajaan agung di Laut Selatan yang sangat disegani. Hayam Wuruk dipandang menjadi Raja Majapahit yang paling berhasil dalam pemerintahan. Pada hakikatnya kebesaran dan keagungan Majapahit, adalah berkat penerapan program politik nusantara yang dicetuskan oleh Gajah Mada, dan dilaksanakan oleh Gajah Mada sendiri bersama para pembantunya.

Baca juga: Heroik! Emak-emak di Ogan Ilir Gagalkan Aksi Pencurian

Demikianlah nama Gajah Mada ikut menjadi sangat masyhur. Apalagi suasana internal Keraton Majapahit sendiri, pada pertengahan abad 14 membantu pelaksanaan program politik nusantara Gajah Mada.

Berkat pelaksanaan program politik nusantara itu, Kerajaan Majapahit menjadi kerajaan besar yang disegani oleh tetangga-tetangganya. Tidaklah mengherankan jika nama Gajah Mada dikaitkan dengan keagungan Majapahit.

Tanpa keberhasilan penerapan program politik nusantara, Majapahit hanya merupakan kerajaan kecil di Jawa Timur, tidak berbeda dengan kerajaan-kerajaan Jawa sebelumnya. Sejarah Majapahit pada hakikatnya adalah sejarah Gajah Mada.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Berita Terkini
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved