Kisah Gelar Raja Muda Majapahit Hayam Wuruk saat Naik Tahta Gantikan Tribhuwana Tunggadewi
Sabtu, 03 Juni 2023 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai raja juga disebut Hyang Wekasing Suka, gelar atau nama tambahan itu dengan sendirinya tidak pernah tercantum dalam prasasti.
Hanya gelar Hyang Wekasing Suka pernah satu kali disebut pada suatu prasasti yang diperbarui oleh Sri Wikramawardhana sepeninggal Sri Rajasanagara atau Hayam Wuruk.
Dyah Hayam Wuruk telah dinobatkan sebagai Yuwaraja di Kahuripan waktu masih kanak-kanak dan diberi nama Abhiseka Sri Rajasanagara. Baru setelah mendaki usia dewasa sekitar 16-17 Hayam Wuruk resmi dinobatkan sebagai Raja Majapahit menggantikan ibunya.
Pentabalan atau pelantikan Hayam Wuruk berlangsung kira-kira pada pertengahan tahun 1351. Mengingat pada tanggal 27 April 1351 Tribhuwanatunggadewi masih memegang kekuasaan tertinggi sebagai raja Majapahit seperti dinyatakan pada prasasti Singasari.
Tribhuwana Tunggadewi masih tetap menjadi penasihat utamanya ketika Hayam Wuruk memegang pimpinan pemerintahan.
Hal itu disebut dalam prasasti Bendasari (OJO LXXXV) yang menyatakan bahwa Dyah Hayam Wuruk diiringkan oleh Tribhuwanatunggadewi ketika mengeluarkan perintah untuk membuat jaya song demi kepentingan Ki Panji Sarana.
Hanya gelar Hyang Wekasing Suka pernah satu kali disebut pada suatu prasasti yang diperbarui oleh Sri Wikramawardhana sepeninggal Sri Rajasanagara atau Hayam Wuruk.
Dyah Hayam Wuruk telah dinobatkan sebagai Yuwaraja di Kahuripan waktu masih kanak-kanak dan diberi nama Abhiseka Sri Rajasanagara. Baru setelah mendaki usia dewasa sekitar 16-17 Hayam Wuruk resmi dinobatkan sebagai Raja Majapahit menggantikan ibunya.
Pentabalan atau pelantikan Hayam Wuruk berlangsung kira-kira pada pertengahan tahun 1351. Mengingat pada tanggal 27 April 1351 Tribhuwanatunggadewi masih memegang kekuasaan tertinggi sebagai raja Majapahit seperti dinyatakan pada prasasti Singasari.
Tribhuwana Tunggadewi masih tetap menjadi penasihat utamanya ketika Hayam Wuruk memegang pimpinan pemerintahan.
Hal itu disebut dalam prasasti Bendasari (OJO LXXXV) yang menyatakan bahwa Dyah Hayam Wuruk diiringkan oleh Tribhuwanatunggadewi ketika mengeluarkan perintah untuk membuat jaya song demi kepentingan Ki Panji Sarana.
(shf)
Lihat Juga :