Psikolog: Pemeriksaan Diperlukan untuk Tentukan Bentuk Penyimpangan ST
Kamis, 23 Juli 2020 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
ST bisa dianggap sebagai crossdresser jika dia memakai baju-baju itu sendiri. Tapi, tegas Kasandra, untuk memastikan apakah ST seorang crossdresser, tentu harus dilakukan pemeriksaan lanjutan. (Baca juga: Mengenal Delapan Jenis Perilaku Penyimpangan Seksual )
"Sementara kalau tujuannya untuk kepuasan, namanya fetish. Saya tidak bisa menjawab masalah dia apa karena saya nggak memeriksa," kata dia.
Fetish adalah suatu kondisi ketika seseorang merasakan rangsangan seksual dari fantasi atau perilaku seksual yang melibatkan nonliving objects semisal sepatu, celana dalam, bra, bahkan rambut dan kaki.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) kemarin digemparkan dengan penemuan setumpuk pakaian wanita mulai rok, hijab, daster, BH, celana dalam, dan baju wanita lain di rumah ST, seorang lelaki tanpa anak dan istri. Bahkan di sana warga yang menggerebek rumah ST juga menemukan boneka berukuran besar yang dipakaikan baju wanita.
"Sementara kalau tujuannya untuk kepuasan, namanya fetish. Saya tidak bisa menjawab masalah dia apa karena saya nggak memeriksa," kata dia.
Fetish adalah suatu kondisi ketika seseorang merasakan rangsangan seksual dari fantasi atau perilaku seksual yang melibatkan nonliving objects semisal sepatu, celana dalam, bra, bahkan rambut dan kaki.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) kemarin digemparkan dengan penemuan setumpuk pakaian wanita mulai rok, hijab, daster, BH, celana dalam, dan baju wanita lain di rumah ST, seorang lelaki tanpa anak dan istri. Bahkan di sana warga yang menggerebek rumah ST juga menemukan boneka berukuran besar yang dipakaikan baju wanita.
(nth)
Lihat Juga :