Khawatir Warga NU Pecah di Pilpres 2024, Kakak Kandung Gus Baha Keluarkan Fatwa
Jum'at, 26 Mei 2023 - 02:05 WIB
loading...
Gus Mahasin, kakak kandung Gus Baha mengeluarkan fatwa karena khawatir warga nahdliyin akan pecah di Pilpres 2024. Foto: Istimewa
A
A
A
PONOROGO - KH Nasirul Mahasin atau Gus Mahasin, kakak kandung KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Tegalsari Kabupaten Ponorogo , Jawa Timur.
Di depan 250 anggota Santri Untuk Negeri (SUNNI), Gus Mahasin menyampaikan fatwa untuk warga nahdliyin yang akan menghadapi kontestasi Pilpres 2024.
Kakak kandung Gus Baha itu mengatakan, ukhuwah nahdliyah (persatuan warga NU) adalah hal utama. Ia tidak berharap warga nahdliyin pecah, saling bermusuhan hanya lantaran berbeda pilihan capres.
Baca juga: Usai Gus Mus, Ganjar Pranowo Sowan ke Gus Baha sambil Nyantri
“Yang harus diutamakan dalam Pilpres 2024 ini adalah menjaga ukhuwah nahdliyah,” ujar Gus Mahasin kepada MPI Kamis (25/5/2023).
Gus Mahasin merupakan Ketua Pondok Pesantren Narukan Rembang. SUNNI merupakan organisasi santri yang didirikannya. Selain sebagai pendiri, kakak kandung Gus Baha itu juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
Perbedaan pilihan Capres 2024, bagi Gus Mahasin adalah hal biasa. Karenanya hal itu tidak perlu membuat warga nahdliyin terjebak dalam situasi saling bermusuhan, saling serang dan menjelekkan.
Sebab saat ini gejala tersebut sudah mulai terlihat, yakni khususnya di media sosial. Sementara di alam demokrasi, berbeda pilihan adalah sebuah kelaziman.
“Sesama warga nahdliyin tidak perlu saling menjelekkan. Kita kedepankan akhlakul karimah,” ungkapnya.
Baca juga: 119 Pesilat Ditangkap usai Bentrok dengan Warga dan Lukai 2 Polisi
Gus Mahasin sendiri secara tegas memilih Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Gus Mahasin merupakan tokoh NU yang pertama kali terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada Anies.
Deklarasi itu berlangsung di acara halaqah kebangsaan di Ponpes Ath-Thoihirin Magetan Jawa Timur 30 Oktober 2022 lalu.
Ponpes Ath-Thoihirin Magetan merupakan salah satu Ponpes tua yang pernah dikunjungi Hadratusyeikh KH Hasyim As’yari saat berlangsungnya Muktamar NU.
Jatuhnya pilihan kakak kandung Gus Baha kepada Anies Baswedan mendasarkan pada pertimbangan yang matang.
Baca juga: Polda Jatim Selidiki Laporan Dugaan Penistaan Agama YouTuber dan Selebgram dr Richard Lee
Sebagai tokoh NU, Gus Mahasin melihat Anies sebagai sosok pemimpin yang mampu mengedepankan ukhuwah Islamiyah (Persatuan Agama Islam), ukhuwah Wathoniyah (persatuan bangsa) dan Ukhuwah Basyariah (persatuan kemanusiaan).
“Karenanya saya menjatuhkan pilihan kepada Anies Baswedan. Saat ini kita memerlukan pemimpin yang Islami, amanah dan visioner untuk Indonesia yang maju di masa depan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Mahasin juga menziarahi makam Kiai Ageng Muhammad Besari atau Mbah Kasan Besari atau Hasan Besari serta cucunya, Kiai Bagus Hasan Besari.
Kedua ulama besar ini merupakan guru Pangeran Diponegoro dan pujangga Jawa, Bagus Burhan atau dikenal dengan nama Ranggawarsita atau Ronggowarsito. Seperti diketahui, Anies Baswedan pernah menginap semalam di kamar pribadi Mbah Kasan Besari.
Di depan 250 anggota Santri Untuk Negeri (SUNNI), Gus Mahasin menyampaikan fatwa untuk warga nahdliyin yang akan menghadapi kontestasi Pilpres 2024.
Kakak kandung Gus Baha itu mengatakan, ukhuwah nahdliyah (persatuan warga NU) adalah hal utama. Ia tidak berharap warga nahdliyin pecah, saling bermusuhan hanya lantaran berbeda pilihan capres.
Baca juga: Usai Gus Mus, Ganjar Pranowo Sowan ke Gus Baha sambil Nyantri
“Yang harus diutamakan dalam Pilpres 2024 ini adalah menjaga ukhuwah nahdliyah,” ujar Gus Mahasin kepada MPI Kamis (25/5/2023).
Gus Mahasin merupakan Ketua Pondok Pesantren Narukan Rembang. SUNNI merupakan organisasi santri yang didirikannya. Selain sebagai pendiri, kakak kandung Gus Baha itu juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
Perbedaan pilihan Capres 2024, bagi Gus Mahasin adalah hal biasa. Karenanya hal itu tidak perlu membuat warga nahdliyin terjebak dalam situasi saling bermusuhan, saling serang dan menjelekkan.
Sebab saat ini gejala tersebut sudah mulai terlihat, yakni khususnya di media sosial. Sementara di alam demokrasi, berbeda pilihan adalah sebuah kelaziman.
“Sesama warga nahdliyin tidak perlu saling menjelekkan. Kita kedepankan akhlakul karimah,” ungkapnya.
Baca juga: 119 Pesilat Ditangkap usai Bentrok dengan Warga dan Lukai 2 Polisi
Gus Mahasin sendiri secara tegas memilih Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Gus Mahasin merupakan tokoh NU yang pertama kali terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada Anies.
Deklarasi itu berlangsung di acara halaqah kebangsaan di Ponpes Ath-Thoihirin Magetan Jawa Timur 30 Oktober 2022 lalu.
Ponpes Ath-Thoihirin Magetan merupakan salah satu Ponpes tua yang pernah dikunjungi Hadratusyeikh KH Hasyim As’yari saat berlangsungnya Muktamar NU.
Jatuhnya pilihan kakak kandung Gus Baha kepada Anies Baswedan mendasarkan pada pertimbangan yang matang.
Baca juga: Polda Jatim Selidiki Laporan Dugaan Penistaan Agama YouTuber dan Selebgram dr Richard Lee
Sebagai tokoh NU, Gus Mahasin melihat Anies sebagai sosok pemimpin yang mampu mengedepankan ukhuwah Islamiyah (Persatuan Agama Islam), ukhuwah Wathoniyah (persatuan bangsa) dan Ukhuwah Basyariah (persatuan kemanusiaan).
“Karenanya saya menjatuhkan pilihan kepada Anies Baswedan. Saat ini kita memerlukan pemimpin yang Islami, amanah dan visioner untuk Indonesia yang maju di masa depan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Mahasin juga menziarahi makam Kiai Ageng Muhammad Besari atau Mbah Kasan Besari atau Hasan Besari serta cucunya, Kiai Bagus Hasan Besari.
Kedua ulama besar ini merupakan guru Pangeran Diponegoro dan pujangga Jawa, Bagus Burhan atau dikenal dengan nama Ranggawarsita atau Ronggowarsito. Seperti diketahui, Anies Baswedan pernah menginap semalam di kamar pribadi Mbah Kasan Besari.
(nic)
Lihat Juga :