Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap

Rabu, 29 April 2020 - 10:25 WIB
loading...
Kartun Menghina Khamenei,...
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Pemimpin redaksi (pemred) dan administrator media sosial dari media Iran, ILNA, ditahan sejak pekan lalu.

Keduanya dianggap bertanggung jawab atas penerbitan kartun yang dianggap menghina pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Kartun itu telah dihapus dari saluran Telegram ILNA tak lama setelah di-posting. Pemred ILNA, Masud Heydari, telah dibebaskan dengan jaminan.

Namun administrator Telegram media tersebut; Hamid Haghjoo, tetap berada dalam tahanan. Tidak jelas apakah keduanya telah didakwa atau belum.

Jaksa Teheran, Ali Alghasi Mehr, mengatakan pada 27 April bahwa penyelidikan telah diluncurkan atas skandal kartun tersebut.

"Segera setelah penerbitan gambar yang menghina, itu diperintahkan untuk dihapus dari saluran," kata Alghasi Mehr, seperti dikutip RFE/RL, Selasa (28/4/2020).

"(Penanggung jawab) ILNA dan administrator saluran Telegram ditangkap pada malam (23 April)," ujarnya.

ILNA telah membantah ada afiliasi dengan kartun “tidak sopan” tersebut. Media itu menuduh lawan-lawannya telah memalsukan logo kantor berita mereka dan secara keliru menuduh ILNA menerbitkan kartun itu.

Kartun itu mengolok-olok mereka yang mempromosikan perawatan palsu untuk menangkal virus corona, termasuk minum urine unta dan memasukkan minyak violet ke dalam anus, dengan kedok pengobatan Islam.

Kartun itu menunjukkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendukung langkah-langkah tersebut, dengan digambarkan dirinya sebagai seorang perawat yang menyerukan agar diam.

Iran telah menjadi salah satu negara yang paling terpukul di Timur Tengah oleh pandemi virus Corona baru (COVID-19).

Negara ini secara resmi mencatat lebih dari 91.000 kasus infeksi dan lebih dari 5.800 kematian. Namun, para kritikus percaya angka-angka yang sebenarnya jauh lebih tinggi mengingat kurangnya transparansi dan kebebasan media di negara itu.

Seorang pria yang memposting video dirinya sedang minum segelas urine unta ditahan minggu lalu setelah video itu beredar dan banyak orang Iran mengejeknya di media sosial.

Committee To Protect Journalists (CPJ) yang berbasis di New York mengatakan pemerintah Iran harus segera menghentikan penyelidikannya terhadap Heydari dan Haghjoo dan membiarkan mereka bekerja secara bebas.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penerbangan Internasional...
Penerbangan Internasional dari Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Dibuka, Diawali Umrah
Mahasiswa di Malang...
Mahasiswa di Malang Raih Emas di Ajang Kejuaraan Taekwondo Internasional
Ciptakan Skincare Berbasis...
Ciptakan Skincare Berbasis Hormon, 3 Mahasiswa ITB Kalahkan Puluhan Ribu Tim di Kancah Internasional
Sinergi Polisi dan Pecalang...
Sinergi Polisi dan Pecalang untuk Pengamanan KTT G20
2 Tahun Tutup, Pemkot...
2 Tahun Tutup, Pemkot Bandung Minta Penerbangan Internasional Husein Bandung Dibuka
Hingga Akhir Februari,...
Hingga Akhir Februari, Bandara Juanda Layani 4 Penerbangan Kedatangan Internasional
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
Bangun SDM Berdaya Saing...
Bangun SDM Berdaya Saing Global, PIS Kantongi Sertifikasi Top Employer 2025
Mewujudkan Damai Positif...
Mewujudkan Damai Positif di Dunia yang Terbelah
Rekomendasi
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Sandy Tumiwa Unggah...
Sandy Tumiwa Unggah Foto Bareng Tessa Kaunang, Captionnya Bikin Hebol Lagi
Berita Terkini
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved