Karamah Syaikh Abdussomad, Berwudu di Sungai tapi Tak Basah Sama Sekali
Senin, 22 Mei 2023 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Dikisahkan juga, salah satu karomah Abdussomad yang diberikan Allah SWT kepadanya, adalah saat menceburkan diri ke air sungai untuk berwudhu namun badannya tidak basah kecuali yang wajib wudhu. Yang lainnya seperti baju, sarung dan sajadah tidak basah.
Datu Sanggul yang hidup sekitar abad 18 Masehi, dikenal sebagai ulama besar di wilayah Tatakan, Tapin Selatan, Tapin. Dia menyebarkan Islam di wilayah Kalimantan Selatan. Banyak yang menyebut Datu Sanggul berasal dari Aceh, ada juga yang menyebut asalnya dari Palembang, Sumatera Selatan, sehingga dia juga disebut sebagai Syekh Abdussamad Al Palembangi.
Baca juga: Gerebek Permukiman, Tim Penikam Polrestabes Makassar Bubarkan Pelaku Pesta Miras
Datu Sanggul berangkat ke Kalimantan, untuk berguru kepada Datu Suban yang bermukim di Tatakan, Kalimantan, berawal dari mimpinya. Setelah mendapat restu dari ibunya, dia berlayar ke Kalimantan melalui Selat Bangka Belitung dan Kota Banjarmasin hingga tiba di Kampung Muning, Pantai Munggutayuh Tiwadak Gumpa Rantau Tapin, Kalimantan Selatan, pada 1750.
Ada juga menyebutkan, bahwa Datu Sanggul merupakan keturunan Dayak Bekumpai dari ibu yang bernama Samayah binti Sumandi. Di mana Samayah binti Sumandi dinikahi anak Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang bernama Mufti Jamaluddin. Setelah berguru kebeberapa ulama kharismatik dia kemudian berguru ke Datu Suban di Tapin.
Datu Sanggul adalah satu-satunya murid yang dipercaya oleh Datu Suban, untuk menerima kitab yang terkenal dengan sebutan Kitab Barincong. Berkat mengamalkan ilmu yang dia peroleh baik dari guru ataupun dari Kitab Barencong Datu Sanggul mendapatkan karomah dari Allah SWT, diantaranya kalau salat Jumat selalu di Masjidil Al-Haram Mekkah.
Karena seringnya salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, maka Muhammad Abdussomad pun dapat berkenalan dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang sedang menuntut ilmu di Tanah suci Makkah.
Disebutkan juga, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang menjadi saksi kepada warga Banjar jika Muhammad Abdussomad setiap Jumat salat di Masjidil Haram. Hal ini disampaikan Muhammad Arsyad kepada warga Banjar setelah dia selesai menuntut ilmu di Mekkah. Muhammad Arsyad ingin menemui sahabat sekaligus gurunya di Tatakan, tetapi sayang, setelah sampai di Tatakan, Datu Sanggul sudah berpulang ke Rahmatullah.
Baca juga: Anggota Geng Motor Berusia 16 Tahun Ditangkap Polisi Gara-gara Curi Motor Satpam
Datu Sanggul yang hidup sekitar abad 18 Masehi, dikenal sebagai ulama besar di wilayah Tatakan, Tapin Selatan, Tapin. Dia menyebarkan Islam di wilayah Kalimantan Selatan. Banyak yang menyebut Datu Sanggul berasal dari Aceh, ada juga yang menyebut asalnya dari Palembang, Sumatera Selatan, sehingga dia juga disebut sebagai Syekh Abdussamad Al Palembangi.
Baca juga: Gerebek Permukiman, Tim Penikam Polrestabes Makassar Bubarkan Pelaku Pesta Miras
Datu Sanggul berangkat ke Kalimantan, untuk berguru kepada Datu Suban yang bermukim di Tatakan, Kalimantan, berawal dari mimpinya. Setelah mendapat restu dari ibunya, dia berlayar ke Kalimantan melalui Selat Bangka Belitung dan Kota Banjarmasin hingga tiba di Kampung Muning, Pantai Munggutayuh Tiwadak Gumpa Rantau Tapin, Kalimantan Selatan, pada 1750.
Ada juga menyebutkan, bahwa Datu Sanggul merupakan keturunan Dayak Bekumpai dari ibu yang bernama Samayah binti Sumandi. Di mana Samayah binti Sumandi dinikahi anak Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang bernama Mufti Jamaluddin. Setelah berguru kebeberapa ulama kharismatik dia kemudian berguru ke Datu Suban di Tapin.
Datu Sanggul adalah satu-satunya murid yang dipercaya oleh Datu Suban, untuk menerima kitab yang terkenal dengan sebutan Kitab Barincong. Berkat mengamalkan ilmu yang dia peroleh baik dari guru ataupun dari Kitab Barencong Datu Sanggul mendapatkan karomah dari Allah SWT, diantaranya kalau salat Jumat selalu di Masjidil Al-Haram Mekkah.
Karena seringnya salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, maka Muhammad Abdussomad pun dapat berkenalan dengan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang sedang menuntut ilmu di Tanah suci Makkah.
Disebutkan juga, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang menjadi saksi kepada warga Banjar jika Muhammad Abdussomad setiap Jumat salat di Masjidil Haram. Hal ini disampaikan Muhammad Arsyad kepada warga Banjar setelah dia selesai menuntut ilmu di Mekkah. Muhammad Arsyad ingin menemui sahabat sekaligus gurunya di Tatakan, tetapi sayang, setelah sampai di Tatakan, Datu Sanggul sudah berpulang ke Rahmatullah.
Baca juga: Anggota Geng Motor Berusia 16 Tahun Ditangkap Polisi Gara-gara Curi Motor Satpam
Lihat Juga :