Kekurangan SDM, Bawaslu Sulsel Minta Peran Warga Awasi Coklit

Rabu, 22 Juli 2020 - 17:36 WIB
loading...
Kekurangan SDM, Bawaslu...
Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel , meminta peran masyarakat untuk ikut mengawas proses tahapan Coklit yang dilakukan oleh KPU. Kurangnya SDM dari pihak Bawaslu menjadi salah satu alasannya.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Sulsel , Saiful Jihad mengatakan, setiap desa atau kelurahan hanya terdapat satu orang pengawas. Satu pengawas ini harus mengawasi banyak PPDP yang melakukan coklit berbasis TPS.

Baca Juga: Kesamaan Persepsi Penting dalam Pengawasan Tahapan Pilkada 2020

Di sisi lain, KPU membuat ketentuan untuk tidak memberikan akses kepada pengawas pemilu mengawasi isi dan subtansi dari pelaksanaan Coklit di lapangan. Hal ini karena form A.KWK yang berisi daftar pemilih berbasis TPS, tidak diberikan kepada pihak Bawaslu .

"Jika satu desa terdiri dari 15 TPS saja, maka akan ada 15 PPDP yang melakukan tahapan Coklit. Dengan tidak diberikannya akses untuk memperoleh data A.KWK (data pemilih) kepada pengawas, maka secara subtansi dan isi dari A.KWK tersebut, tidak dapat diawasi maksimal," kata Saiful.

Menurut Saiful, pengawas desa/kelurahan hanya dapat mengawasi proses Coklit yang dilakukan oleh PPDP yang kebetulan kegiatan mereka pada saat itu menjadi obyek pengawasan pengawas yang bersangkutan.

"Olehnya itu, kami sampaikan agar masyarakat benar-benat dapat aktif ikut memastikan pelaksanaan pencocokan dan penelitian data pemilih agar diawasi bersama. Jika ada petugas yang datang, maka diharapkan benar-benar melakukan tugasnya dengan baik untuk mendata dan mencocokkan kembali data di A.KWK sesuai dengan yang sebenarnya," ujar Saiful.

Lanjut Saiful, jika ada masyarakat yang merasa tidak didatangi, agar dapat menyampaikan kepada Bawaslu atau Panwascam dan pengawas desa/kelurahan yang juga membuka posko pengaduan pemilih.

"Kita sepakat, data pemilih mesti akurat dan mutakhir menjadi syarat sebuah data Pemilih yang baik dan berkualitas. Tetapi itu akan sulit diwujudkan jika tidak dilakukan secara transparan, dimana semua pihak bisa menjamin dan menyaksikan proses pencocokan dan penelitian yang dilakukan," beber Saiful.

"Tetapi saat proses ini dilakukan tidak transparan, maka ruang-ruang kekhawatiran bahkan kecurigaan bisa menggangu upaya kita untuk melindungi dan menjaga hak konstitusi warga, hak pilih warga. Termasuk clean dan clearnya data pemilih yang dihadirkan salam Pilkada nantinya," kuncinya.

Baca Juga: 500 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih di Kota Makassar Reaktif Virus Corona
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Coklit di Jabar:...
Hasil Coklit di Jabar: 1,2 Juta Pemilih Baru dan 400 Ribu Tak Penuhi Syarat
Awasi Coklit Pilkada...
Awasi Coklit Pilkada 2024, Bawaslu Pesawaran Lampung Temukan 7 Pelanggaran
Tahapan Coklit Pilkada...
Tahapan Coklit Pilkada 2024 Dimulai, Bawaslu Jabar Apel Patroli Pengawasan Hak Pilih
Bawaslu Sulsel Temukan...
Bawaslu Sulsel Temukan Pelanggaran Pemilu di 19 Daerah, 55 TPS Berpotensi PSU
3 Daerah di Sulsel Masuk...
3 Daerah di Sulsel Masuk Kategori Rawan Tinggi Pemilu 2024
Jelang Pemilu 2024,...
Jelang Pemilu 2024, KPU Gelar Coklit di Kediaman Gubernur Khofifah
KPU DKI Sebut 8,3 Juta...
KPU DKI Sebut 8,3 Juta Pemilih di Pilgub Jakarta Telah Dicoklit
Lakukan Coklit di Istana,...
Lakukan Coklit di Istana, KPU Sebut Jokowi Terdaftar Nyoblos di Pilgub DKI Jakarta
Anies Baswedan Terdaftar...
Anies Baswedan Terdaftar sebagai Pemilih Pilgub DKI usai Ikuti Coklit KPU Jakarta
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved