Industri Automotif Dunia Mulai Bangkit di Tengah Pandemi COVID-19
Rabu, 29 April 2020 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Volvo melaksanakan pemeriksaan tingkat oksigen pada darah karyawannya sebelum bekerja. Adapun para pekerja di Hyundai Motor harus melewati kamera pemindai panas untuk mengetahui temperatur tubuh.
Banyak dealer mobil di Jerman tutup hingga pekan lalu dan memengaruhi penjualan mobil. Para analis LMC Automotive melihat adanya pola penjualan negatif di seluruh dunia. “Kami memperkirakan bahwa penjualan kendaraan akan berada di titik nadir pada April di Eropa dan Amerika Utara, tetapi akan kembali pulih dalam beberapa bulan ke depan,” kata dia.
Di Italia, dealer mobil juga akan kembali beroperasi pekan depan. “Sebagian besar dealer memiliki stok mobil yang menumpuk,” kata Plinio Vanini, chairman Gruppo Autotorino, dealer mobil Italia, yang mampu menjual lebih dari 29.000 mobil baru tahun lalu.
Sementara itu, perusahaan automotif Amerika Serikat (AS) seperti General Motors Co dan Ford Motor Co menargetkan produksi mobil kembali pada 18 Mei mendatang. Itu dilakukan setelah kebanyakan pabrik di AS menghentikan operasi pada Maret lalu karena pandemi virus korona.
Para eksekutif perusahaan automotif tersebut sedang berdiskusi dengan serikat pekerja dan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer. Ford menyatakan sedang menentukan kepastian kapan produksi mobil di pabrik di Amerika Utara akan kembali beroperasi. Namun, serikat pekerja industri mobil pekan lalu memperingatkan “terlalu dini dan terlalu berisiko” untuk membuka kembali pabrik.
Gubernur Michigan Whitmer akan memberikan data kapan seharusnya sektor yang krusial akan kembali beroperasi. “Itu akan ditentukan oleh data, bukan jadwal buatan,” kata Whitmer.
Toyota juga akan membuka kembali fasilitas pabrik di Amerika Utara, termasuk pabrik di Georgetown, Kentucky, pada 4 Mei mendatang. Perusahaan automotif Jepang itu sebelum menutup pabriknya di AS karena lockdown yang diberlakukan Pemerintah AS.
Banyak dealer mobil di Jerman tutup hingga pekan lalu dan memengaruhi penjualan mobil. Para analis LMC Automotive melihat adanya pola penjualan negatif di seluruh dunia. “Kami memperkirakan bahwa penjualan kendaraan akan berada di titik nadir pada April di Eropa dan Amerika Utara, tetapi akan kembali pulih dalam beberapa bulan ke depan,” kata dia.
Di Italia, dealer mobil juga akan kembali beroperasi pekan depan. “Sebagian besar dealer memiliki stok mobil yang menumpuk,” kata Plinio Vanini, chairman Gruppo Autotorino, dealer mobil Italia, yang mampu menjual lebih dari 29.000 mobil baru tahun lalu.
Sementara itu, perusahaan automotif Amerika Serikat (AS) seperti General Motors Co dan Ford Motor Co menargetkan produksi mobil kembali pada 18 Mei mendatang. Itu dilakukan setelah kebanyakan pabrik di AS menghentikan operasi pada Maret lalu karena pandemi virus korona.
Para eksekutif perusahaan automotif tersebut sedang berdiskusi dengan serikat pekerja dan Gubernur Michigan Gretchen Whitmer. Ford menyatakan sedang menentukan kepastian kapan produksi mobil di pabrik di Amerika Utara akan kembali beroperasi. Namun, serikat pekerja industri mobil pekan lalu memperingatkan “terlalu dini dan terlalu berisiko” untuk membuka kembali pabrik.
Gubernur Michigan Whitmer akan memberikan data kapan seharusnya sektor yang krusial akan kembali beroperasi. “Itu akan ditentukan oleh data, bukan jadwal buatan,” kata Whitmer.
Toyota juga akan membuka kembali fasilitas pabrik di Amerika Utara, termasuk pabrik di Georgetown, Kentucky, pada 4 Mei mendatang. Perusahaan automotif Jepang itu sebelum menutup pabriknya di AS karena lockdown yang diberlakukan Pemerintah AS.
Lihat Juga :