Industri Automotif Dunia Mulai Bangkit di Tengah Pandemi COVID-19

Rabu, 29 April 2020 - 09:39 WIB
loading...
A A A
"Pabrik automotif akan memasuki tahapan bekerja kembali," kata Juru Bicara Toyota, Rick Hesterberg. Namun, pabrik tentu tidak akan langsung beroperasi normal, tetapi memulai berbagai tahapan. "Kita fokus pada reorientasi para pekerja sesuai dengan protokol dan prosedur kesehatan," kata dia.

Di Beijing, China, mayoritas pabrik besar telah kembali beroperasi kembali pada awal April lalu, ketika Pemerintah China telah memperlonggar lockdown untuk menghambat persebaran virus corona. Data Purchasing Manager's Index (PMI) menunjukkan level 51. Data itu prediksi dari 32 lingkup ekonomi yang disurvei Reuters. Poin 50 menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang terus meningkat. “Pemulihan ekonomi dimulai dari sektor produksi untuk mendukung pertumbuhan,” demikian analisis Morgan Stanley.

Data terakhir Pemerintah China menunjukkan 84% perusahaan berskala kecil dan menengah kembali dibuka pada April lalu, dibandingkan 71,7% pada 24 April lalu. Dihantam virus corona, ekonomi China tenggelam 6,8% pada kuartal pertama dibandingkan tahun sebelumnya. Itu disebabkan industri China tidak lagi mengekspor dan mengalami kekurangan logistik.

Bagaimana dengan Indonesia? Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, menilai industri automotif nasional masih menghadapi tantangan berat tahun ini. Pun setelah wabah corona bisa teratasi pada tengah tahun nanti. "Masih berat, di Amerika Serikat pun demikian. Mereka masih diliputi kekhawatiran," ungkapnya kepada KORAN SINDO, Selasa (28/4/2020).

Menurut Kukuh, hal paling penting bagi industri automotif nasional adalah ketepatan dalam penyelesaian wabah korona. "Yang penting wabahnya selesai dulu, baru kita berpikir bagaimana selanjutnya," paparnya.

Industri automotif sudah memiliki planning jangka pendek maupun jangka panjang setelah wabah virus yang dikenal dengan COVID-19 itu tuntas. Mengenai klaim Kementerian Perindustrian bahwa industri manufaktur ada pertumbuhan investasi, Kukuh belum melihat hal itu terjadi di industri automotif. "Saya melihat belum (ada). Yang sudah menyampaikan komitmen kan Hyundai dan belum tahu kapan realisasi," kata dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sewa Motor dengan Ujung...
Sewa Motor dengan Ujung Jari, Twisted Road Luncurkan Program One Two Free
Daihatsu Tawarkan Program...
Daihatsu Tawarkan Program Peduli Konsumen
OLX Autos Bicara Dampak...
OLX Autos Bicara Dampak COVID-19 dan Ramalan Mobil Bekas di 2021
Rekomendasi
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved