BI Berupaya Putus Dampak Corona Terhadap Aktivitas Perekonomian
Selasa, 28 April 2020 - 22:01 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) saat ini berupaya untuk mendorong pembiayaan ekonomi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Langkah itu dilakukan BI menyikapi tekanan terhadap stabilitas sistem keuangan seiring semakin meningkat dan meluasnya dampak pandemi virus Corona.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan meluasnya penyebaran pandemi Corona, termasuk di Indonesia, telah mengancam stabilitas makrofinansial global dan domestik.
"BI mencermati tantangan dan ancaman makrofinansial domestik ini, risiko yang bergerak naik serta siklus finansial yang di bawah optimal," ujar Perry di Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Menurutnya, dampak contagion (penularan) Corona dari global telah memengaruhi Indonesia, terutama melalui jalur pariwisata, perdagangan, ekspor, dan investasi. ( Baca:Perusahaan Migas Kanada Cabut, Hasil Pengeboran Tak Sesuai Nama )
"Bank Indonesia berupaya memutus rantai (dampak) penularan pandemi Corona di Indonesia, yang berpotensi menurunkan kegiatan produksi dan aktivitas ekonomi. Permintaan tenaga kerja menurun, pendapatan serta konsumsi tertahan, yang pada akhirnya mengurangi permintaan domestik," terangnya.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan meluasnya penyebaran pandemi Corona, termasuk di Indonesia, telah mengancam stabilitas makrofinansial global dan domestik.
"BI mencermati tantangan dan ancaman makrofinansial domestik ini, risiko yang bergerak naik serta siklus finansial yang di bawah optimal," ujar Perry di Jakarta, Selasa (28/4/2020).
Menurutnya, dampak contagion (penularan) Corona dari global telah memengaruhi Indonesia, terutama melalui jalur pariwisata, perdagangan, ekspor, dan investasi. ( Baca:Perusahaan Migas Kanada Cabut, Hasil Pengeboran Tak Sesuai Nama )
"Bank Indonesia berupaya memutus rantai (dampak) penularan pandemi Corona di Indonesia, yang berpotensi menurunkan kegiatan produksi dan aktivitas ekonomi. Permintaan tenaga kerja menurun, pendapatan serta konsumsi tertahan, yang pada akhirnya mengurangi permintaan domestik," terangnya.
Lihat Juga :