Tim DVI: Data Ante Mortem dari Medsos Efektif Identifikasi Korban Kasus Dukun Slamet Tohari

Selasa, 11 April 2023 - 02:09 WIB
loading...
Tim DVI: Data Ante Mortem...
Foto-foto korban dukun Slamet Tohari semasa hidup. Foto dok Polri
A A A
BANJARNEGARA - Data-data ante mortem dari media sosial (medsos) penting untuk proses identifikasi para korban tewas kasus penipuan dan pembunuhan berantai modus penggandaan uang Mbah Slamet Tohari. Hal itu disampaikan Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.

Hastry mengakui, Tim DVI bekerja aktif mengumpulkan data-data tersebut. "Jadi tidak hanya data-data ante mortem dari pihak keluarga, tapi kami aktif juga kumpulkan data-data dari medsos," ungkap Hastry di Mapolres Banjarnegara, Senin (10/4/2023).

Data-data dari medsos itu, kata Hastry, di antaranya bisa berupa foto terakhir lokasi korban, properti yang dikenakan, ataupun pakaian, sepatu, jam tangan hingga ciri fisik korban bisa dikenali. "Seperti saat identifikasi korban pesawat jatuh, kami cari data-data dari medsos juga, itu efektif," lanjutnya.

Diketahui, dari total 12 korban tewas perbuatan dukun Slamet Tohari Banjarnegara, sudah ada 8 jenazah teridentifikasi. Hingga Senin (10/4/2023) malam ini, ada 5 jenazah yang sudah diambil pihak keluarga, terinci 4 dari Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung dan 1 dari Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Tiga jenazah lainnya malam ini masih di RSUD Banjarnegara dan rencananya akan diambil pihak keluarga esok hari, Selasa (11/4/2023).

Sementara, 4 jenazah yang belum teridentifikasi masih dimakamkan di TPU Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

Petugas telah mengambil DNA mereka, yang jadwalnya diperkirakan pekan ini keluar hasilnya. Data DNA dari keluarga akan dicocokkan dengan dari jenazah untuk proses identifikasi.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Polda Metro Tetapkan...
Polda Metro Tetapkan Bos Travel Hanania Jadi Tersangka Kasus Penipuan Jemaah Umrah
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
MNC University Edukasi...
MNC University Edukasi Siswa Baru SMPN 72 Jakarta tentang Bijak Bermedia Sosial
Rekomendasi
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Berita Terkini
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Infografis
3 Tim Raksasa Liga Primer...
3 Tim Raksasa Liga Primer Tersingkir dari Piala Liga Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved