Kisah Mistis Gunung Lawu yang Dikutuk oleh Prabu Brawijaya
Selasa, 04 April 2023 - 05:06 WIB
loading...
A
A
A
Sendang Panguripan diyakini memiliki kekuatan magis karena di sendang ini sumber airnya pernah dimanfaatkan oleh Prabu Brawijaya V ketika bersemedi di Gunung Lawu.
Para peziarah biasanya memanfaatkan air tersebut untuk ritual mandi karena dipercaya sangat berkhasiat. Ritual ini kerap dilakukan peziarah pada malam hari dengan suhu yang sangat dingin.
Sama seperti Sendang Panguripan di Sendang Drajat pun airnya sering dimanfaatkan oleh para peziarah dengan melakukan ritual. Konon airnya juga dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Sementara menurut cerita leluhur yang dikisahkan turun-temurun, Gunung Lawu juga merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa. Kegiatan itu berhubungan dengan tradisi dan budaya Keraton Solo dan Yogyakarta misalnya upacara labuhan setiap bulan Suro.
Setiap pendaki yang pernah naik ke puncak Lawu pasti memahami berbagai larangan tidak tertulis yang harus dipatuhi. Misalnya ketika akan mendaki Gunung Lawu adalah dilarang berbicara sembarangan ketika sedang dalam perjalanan menuju puncak.
Bila dilanggar si pendaki diyakini bakal bernasib nahas. Juga tidak boleh mengeluh capai, nanti tiba-tiba stamina akan mendadak menurun.
Seperti kebanyakan gunung yang ada di Indonesia yang kental dengan aura mistis, Gunung Lawu memiliki pasar yang disebut pasar setan. Yaitu pasar yang tak terlihat dengan kasat mata. Hanya terdengar suara ramai saja namun tidak semua orang bisa mendengarnya.
Pasar ini terletak di lereng Gunung Lawu dekat pos V yang biasa ditempuh lewat jalur Cemoro Kandang. Karena jalur ini dipercaya sebagai jalur perlintasan ke alam gaib oleh para penjiarah dan pendaki yang ingin melakukan ritual.
Para peziarah biasanya memanfaatkan air tersebut untuk ritual mandi karena dipercaya sangat berkhasiat. Ritual ini kerap dilakukan peziarah pada malam hari dengan suhu yang sangat dingin.
Sama seperti Sendang Panguripan di Sendang Drajat pun airnya sering dimanfaatkan oleh para peziarah dengan melakukan ritual. Konon airnya juga dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Sementara menurut cerita leluhur yang dikisahkan turun-temurun, Gunung Lawu juga merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa. Kegiatan itu berhubungan dengan tradisi dan budaya Keraton Solo dan Yogyakarta misalnya upacara labuhan setiap bulan Suro.
Setiap pendaki yang pernah naik ke puncak Lawu pasti memahami berbagai larangan tidak tertulis yang harus dipatuhi. Misalnya ketika akan mendaki Gunung Lawu adalah dilarang berbicara sembarangan ketika sedang dalam perjalanan menuju puncak.
Bila dilanggar si pendaki diyakini bakal bernasib nahas. Juga tidak boleh mengeluh capai, nanti tiba-tiba stamina akan mendadak menurun.
Seperti kebanyakan gunung yang ada di Indonesia yang kental dengan aura mistis, Gunung Lawu memiliki pasar yang disebut pasar setan. Yaitu pasar yang tak terlihat dengan kasat mata. Hanya terdengar suara ramai saja namun tidak semua orang bisa mendengarnya.
Pasar ini terletak di lereng Gunung Lawu dekat pos V yang biasa ditempuh lewat jalur Cemoro Kandang. Karena jalur ini dipercaya sebagai jalur perlintasan ke alam gaib oleh para penjiarah dan pendaki yang ingin melakukan ritual.
(don)
Lihat Juga :