Kisah Pesarean Batu Ampar, Jejak Penyebaran Islam di Madura
Senin, 03 April 2023 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Di kompleks makam ini terdapat enam makam aulia atau wali Allah, yang dalam Bahasa Madura disebut Bujuk. Mereka adalah makam Syekh Abdul Manan (Bujuk Kosambi), Syekh Basyaniyah (Bujuk Tumpeng), Syekh Abu Syamsudin (Bujuk Lattong), Syekh Husen, Syekh Moh. Romli dan Syekh Damanhuri.
Syekh Abdul Manan, merupakan salah satu ulama yang dimakamkan di Pesarean Batu Ampar. Dia adalah putra dari Sayyid Husein, seorang ulama Bangkalan. Dari cerita rakyat yang berkembang, Syekh Abdul Manan ini mengasingkan diri atau uzlah di bawah pohon Kosambi di hutan daerah Batu Ampar, untuk mendekatkan diri kepada Allah usai Syeikh Husen wafat terbunuh akibat kesalahpahaman dengan Raja Bangkalan kala itu.
Baca juga: Brutal! Massa Rusak Mobil Sedan dan Pukuli 2 Penumpang di Sleman
Sementara Sayyid Husein adalah cucu dari Sunan Ampel, dan putra dari Sunan Bonang, yang merupakan leluhur dari bujuk-bujuk atau Masyayikh yang berada di Batu Ampar Proppo Pamekasan. Di Batu Ampar inilah kemudian Syekh Abdul Manan mendirikan padepokan kecil, untuk mengajarkan pemuda setempat ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Allah.
Di Pesarean Batu Ampar ini, tidak pernah sepi dari penghatam Al-Qur'an. Setiap hari, selama 24 jam pasti ada yang membaca Al-Qur'an. Sebab, para peziarah dari berbagai daerah datang silih berganti.
Dalam setiap harinya, setidaknya ada 500 orang yang berziarah. Ini diketahui karena sebelum memasuki area Pesarean Batu Ampar, para tamu wajib lapor dan diminta seikhlasnya memberi sumbangan untuk pelestarian pesarean ini.
Syekh Abdul Manan, merupakan salah satu ulama yang dimakamkan di Pesarean Batu Ampar. Dia adalah putra dari Sayyid Husein, seorang ulama Bangkalan. Dari cerita rakyat yang berkembang, Syekh Abdul Manan ini mengasingkan diri atau uzlah di bawah pohon Kosambi di hutan daerah Batu Ampar, untuk mendekatkan diri kepada Allah usai Syeikh Husen wafat terbunuh akibat kesalahpahaman dengan Raja Bangkalan kala itu.
Baca juga: Brutal! Massa Rusak Mobil Sedan dan Pukuli 2 Penumpang di Sleman
Sementara Sayyid Husein adalah cucu dari Sunan Ampel, dan putra dari Sunan Bonang, yang merupakan leluhur dari bujuk-bujuk atau Masyayikh yang berada di Batu Ampar Proppo Pamekasan. Di Batu Ampar inilah kemudian Syekh Abdul Manan mendirikan padepokan kecil, untuk mengajarkan pemuda setempat ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Allah.
Di Pesarean Batu Ampar ini, tidak pernah sepi dari penghatam Al-Qur'an. Setiap hari, selama 24 jam pasti ada yang membaca Al-Qur'an. Sebab, para peziarah dari berbagai daerah datang silih berganti.
Dalam setiap harinya, setidaknya ada 500 orang yang berziarah. Ini diketahui karena sebelum memasuki area Pesarean Batu Ampar, para tamu wajib lapor dan diminta seikhlasnya memberi sumbangan untuk pelestarian pesarean ini.
Lihat Juga :